Ilmu adalah binatang Buruan.
Dan Pena yang menuliskan adalah tali Pengekangnya
-Imam Asy Syafi'i-

Tuesday, 7 May 2013

Dalam suatu perjalanan ada kalanya sesuatu itu tertinggal, jatuh, dan tak terlihat. Begitu pun dengan jalan para pendahulu kita, mungkin dari para pengikutnya ada yang berpegang teguh, dan ada pula yang berjatuhan.

Jatuh, satu kata yang mungkin bisa sangat bermakna jika digabung dengan "cinta" atau "hati". Tapi itu bukan yang menjadi topik kita sekarang ini. Beberapa hari yang lalu, Rabu kamaren ada pembukaan UI IBF. Dan alhamdulillah sempat untuk berkunjung sejenak, untuk berniat melihat pak Gubernur, tapi tak kesampaian. Akan tetapi Alhamdulillah, masih bisa bawa Oleh-oleh sebuah buku.

Buku karya Fathi Yakan yang berjudul "yang BERJATUHAN di Jalan DAKWAH. Mungkin ini sebagai resensi dari buku tersebut. Begitu sederhana tapi mengena. Menggambarkan fenomena yang pernah terjadi pada masa pendahulu dan sebab-sebabnya pada masa kini.

Di bagian pertama, setidaknya ada beberapa kisah, diantaranya 3 ini.

1. Kisah Ka'ab bin Malik yang tertinggal dalam perang Tabuk. Ketika itu ia tidak ikut dalam peperangan, dan berkata jujur pada Rasullullah ketika ditanya kenapa ia tidak ikut dalam perang tersebut. Kita tahu bahwa kemudian ia diasingkan selama kurang lebih 50 hari. Bumi seakan menjadi sempit. akan tetapi ada kesempitan lain ketika ia mendapatkan tawaran sebuah jabatan dari Raja Ghassan.

2. Kisah Berita Bohong yang menimpa Aisyah ra. yang menyebabkan beliau menangis tiada henti. Hingga akhirnya Allah menurunkan ayatnya yang membersihkan nama beliau.

3. Kisah Abu Lubabah tentang suatu tindakan penghianatan terhadap Rasullullah. Akan tetapi ia cepat tersadar dan langsung bertaubat dengan mengikatkan diri pada tiang Masjid, sampai taubatnya diterima (ayat turun)

Dibagian kedua, ada beberapa sebab dari berguguran di jalan Dakwah (TASAQUTH), dibagi menjadi tiga (3) bagian :

a. Sebab-sebab yang bersumber dari pergerakan. Ini bisa dari Lemahnya aspek Tarbiyah, Tidak Proporsionalnya memposisikan anggota, tidak memberdayakan semua anggota, lemahnya kontrol, kurang sigap dan konflik internal

b. Sebab-sebab yang bersumber dari individu. diantaranya, watak yang indisipliner, takut mati dan miskin, sikap ekstrim dan berlebihan, sikan mempermudah dan menganggap enteng, Ghurur dan senang tampil, cemburu terhadap orang lain, dan lain lain.

c. Sebab-sebab Eksternal. Mulai dari Tekanan tribulasi, keluarga, lingkungan, Gerakan desruktif dan tekanan dari Figuritas.

Kurang lebih itulah isi dari bukunya. Lebih asyik kalo baca sendiri dan beli tentunya. Bisa dibeli di Fatahillah atau toko buku terdekat.

Kita masih harus bersyukur, ketika kita futur, tidak sampai diasingkan sampai 50 hari di bumi ini. Ketika futur kita masih bisa kembali ke dalam jamaah ini secepat yang kita bisa dan kembali ber amal jama'i.

Ahhh,, begitu banyak nikmat yang harus di Syukuri.

Ditulis ketika sedang agak malas beribadah atau futur :D




Dalam suatu perjalanan ada kalanya sesuatu itu tertinggal, jatuh, dan tak terlihat. Begitu pun dengan jalan para pendahulu kita, mungkin dari para pengikutnya ada yang berpegang teguh, dan ada pula yang berjatuhan.

Jatuh, satu kata yang mungkin bisa sangat bermakna jika digabung dengan "cinta" atau "hati". Tapi itu bukan yang menjadi topik kita sekarang ini. Beberapa hari yang lalu, Rabu kamaren ada pembukaan UI IBF. Dan alhamdulillah sempat untuk berkunjung sejenak, untuk berniat melihat pak Gubernur, tapi tak kesampaian. Akan tetapi Alhamdulillah, masih bisa bawa Oleh-oleh sebuah buku.

Buku karya Fathi Yakan yang berjudul "yang BERJATUHAN di Jalan DAKWAH. Mungkin ini sebagai resensi dari buku tersebut. Begitu sederhana tapi mengena. Menggambarkan fenomena yang pernah terjadi pada masa pendahulu dan sebab-sebabnya pada masa kini.

Di bagian pertama, setidaknya ada beberapa kisah, diantaranya 3 ini.

1. Kisah Ka'ab bin Malik yang tertinggal dalam perang Tabuk. Ketika itu ia tidak ikut dalam peperangan, dan berkata jujur pada Rasullullah ketika ditanya kenapa ia tidak ikut dalam perang tersebut. Kita tahu bahwa kemudian ia diasingkan selama kurang lebih 50 hari. Bumi seakan menjadi sempit. akan tetapi ada kesempitan lain ketika ia mendapatkan tawaran sebuah jabatan dari Raja Ghassan.

2. Kisah Berita Bohong yang menimpa Aisyah ra. yang menyebabkan beliau menangis tiada henti. Hingga akhirnya Allah menurunkan ayatnya yang membersihkan nama beliau.

3. Kisah Abu Lubabah tentang suatu tindakan penghianatan terhadap Rasullullah. Akan tetapi ia cepat tersadar dan langsung bertaubat dengan mengikatkan diri pada tiang Masjid, sampai taubatnya diterima (ayat turun)

Dibagian kedua, ada beberapa sebab dari berguguran di jalan Dakwah (TASAQUTH), dibagi menjadi tiga (3) bagian :

a. Sebab-sebab yang bersumber dari pergerakan. Ini bisa dari Lemahnya aspek Tarbiyah, Tidak Proporsionalnya memposisikan anggota, tidak memberdayakan semua anggota, lemahnya kontrol, kurang sigap dan konflik internal

b. Sebab-sebab yang bersumber dari individu. diantaranya, watak yang indisipliner, takut mati dan miskin, sikap ekstrim dan berlebihan, sikan mempermudah dan menganggap enteng, Ghurur dan senang tampil, cemburu terhadap orang lain, dan lain lain.

c. Sebab-sebab Eksternal. Mulai dari Tekanan tribulasi, keluarga, lingkungan, Gerakan desruktif dan tekanan dari Figuritas.

Kurang lebih itulah isi dari bukunya. Lebih asyik kalo baca sendiri dan beli tentunya. Bisa dibeli di Fatahillah atau toko buku terdekat.

Kita masih harus bersyukur, ketika kita futur, tidak sampai diasingkan sampai 50 hari di bumi ini. Ketika futur kita masih bisa kembali ke dalam jamaah ini secepat yang kita bisa dan kembali ber amal jama'i.

Ahhh,, begitu banyak nikmat yang harus di Syukuri.

Ditulis ketika sedang agak malas beribadah atau futur :D




Saturday, 4 May 2013

Bahkan serigala dan kambing hidup damai di masa pemerintahannya. Tidak ada serigala yang memangsa kambing pada masa itu.Di bidang ekonomi, kebijakan-kebijakannya yang melindungi rakyat kecil. Pada masanya, orang-orang kaya membayar zakat sehingga kemakmuran benar-benar terwujud. Konon, saat itu sulit menemukan para penerima zakat lantaran kemakmuran begitu merat.

Ya, itulah zaman ketika Umar bin Abdul Aziz memerintah. Cukup singkat, sekitar 2,5 Tahun. Akan tetapi beliau bisa merubah Daulah Umayah yang sebelumnya terkenal Korup, menjadi Bersih dan cemerlang sampai sampai kebingungan mencari orang yang berhak menerima zakat, saking makmurnya pada zaman itu.


Ada suatu hal yang menarik, ketika 'Umar ibn 'Abdil 'Aziz menulis surat meminta nasehat Hasan Al Bashri (ulama pada zaman itu). Maka Hasan Al Bashri membalas, 


"Amma ba'du. 
Durhakailah hawa nafsumu. 
Wassalam."


Begitu singkat, padat dan berisi. Durhakailah hawa nafsumu.
Ketika kita malas untuk bangun malam, hawa nafsu kita menuntuk kita untuk tidur lebih lama, maka durhakailah hawa nafsumu!!
Ketika selesai subuh, hawa nafsu kita menuntun kita untuk tidur lagi, maka durhakailah hawa nafsumu!!
Bahkan imam Asy Syafi'i menganjurkan kepada kita, jika ada beberapa pilihan, maka pilihlah yang berkebelakangan dengan hawa nafsumu. Durhakailah hawa nafsumu!!

Durhakailah hawa nafsumu! 3 kata yang begitu singkat, padat dan mengena. Mungkin bisa menjadi pemicu kita dalam beramal dan berkontribusi.


Ditulis saat-saat diri ini malas untuk beraktifitas
Sumber kisah: Sejarah Para Khalifah karya Hepi Andi Bastoni

Bahkan serigala dan kambing hidup damai di masa pemerintahannya. Tidak ada serigala yang memangsa kambing pada masa itu.Di bidang ekonomi, kebijakan-kebijakannya yang melindungi rakyat kecil. Pada masanya, orang-orang kaya membayar zakat sehingga kemakmuran benar-benar terwujud. Konon, saat itu sulit menemukan para penerima zakat lantaran kemakmuran begitu merat.

Ya, itulah zaman ketika Umar bin Abdul Aziz memerintah. Cukup singkat, sekitar 2,5 Tahun. Akan tetapi beliau bisa merubah Daulah Umayah yang sebelumnya terkenal Korup, menjadi Bersih dan cemerlang sampai sampai kebingungan mencari orang yang berhak menerima zakat, saking makmurnya pada zaman itu.


Ada suatu hal yang menarik, ketika 'Umar ibn 'Abdil 'Aziz menulis surat meminta nasehat Hasan Al Bashri (ulama pada zaman itu). Maka Hasan Al Bashri membalas, 


"Amma ba'du. 
Durhakailah hawa nafsumu. 
Wassalam."


Begitu singkat, padat dan berisi. Durhakailah hawa nafsumu.
Ketika kita malas untuk bangun malam, hawa nafsu kita menuntuk kita untuk tidur lebih lama, maka durhakailah hawa nafsumu!!
Ketika selesai subuh, hawa nafsu kita menuntun kita untuk tidur lagi, maka durhakailah hawa nafsumu!!
Bahkan imam Asy Syafi'i menganjurkan kepada kita, jika ada beberapa pilihan, maka pilihlah yang berkebelakangan dengan hawa nafsumu. Durhakailah hawa nafsumu!!

Durhakailah hawa nafsumu! 3 kata yang begitu singkat, padat dan mengena. Mungkin bisa menjadi pemicu kita dalam beramal dan berkontribusi.


Ditulis saat-saat diri ini malas untuk beraktifitas
Sumber kisah: Sejarah Para Khalifah karya Hepi Andi Bastoni

Friday, 3 May 2013

Dihargai dan menghargai merupakan dua kata yang berasal dari kata harga. Harga merupakan sesuatu yang mempunyai nilai. Maka suatu penghargaan merupakan penilaian atas suatu harga.

Tentu, kita hidup di dunia ini ingin dihargai. Siapapun itu. Kaya atau miskin, Baik atau Jahat, Tinggi atau pendek, orang kota atau orang desa dan siapapun itu, pasti ingin dihargai. Cuma pertanyaannya sekarang, sudahkah kita menghargai orang lain?

Kadang kita ingin selalu menerima tanpa memikirkan apakah kita telah memberi. Seperti halnya menghargai dan dihargai. Kadang kita selalu ingin dihargai tanpa memikirkan apakah kita sudah menghargai orang lain?

Belajarlah untuk menghargai orang terlebih dahulu, sebelum kita ingin dihargai. Karena dengan proses menghargai terlebih dahulu, itu akan memberikan kita rasa bagaimana seseorang ketika menghargai kita.

Begitupun dalam hal struktural. Biasanya ada pimpinan dan ada bawahan atau staff. Seburuk apapun pemimpin kita, wajib kita untuk tetap mematuhinya selama tidak menyuruh kepada hal yang buruk atau membinasakan.

Taat kepada pemimpin itu Wajib, walaupun pemimpin itu seorang budak.
“ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak"
(Potongan Hadits Arbain ke 28)
Bahkan kepada pemimpin yang kita anggap lebih rendah dari kita pun (sebanding dengan budak) kita wajib untuk menaatinya selama apa yang diperintahkannya itu bukan suatu kemaksiatan.

Bagaimana di Negeri ini? Apakah kita telah menghargai dan taat pada pemimpin kita? Yah minimal menghargainya lah, sebagai Pemimpin Negeri ini, karena tidak mudah loh dalam mengelola suatu Negeri. Kritik tetap boleh diutarakan dan penghargaan harus tetap di utamakan.

Lebih dalam mengambil scope yang lebih kecil. Bagaimana penghargaan kita kepada pemimpin Organisasi kita? Apakah ada sebesit penghargaan untuk pemimpin kita yang di amanahi suatu jabatan?

Jangan sampai kita menjadi orang yang tidak tau berterima kasih atau tidak mau menghargai pemimpin kita dikarenakan pemimpin kita lemah, atau rendah seperti budak. Jika ia telah menjadi pemimpin kita, Hargai!, Cintai!, dan Hormati!,

Tentu, saling menasehati kepada pemimpin tidak terlepas dalam hal itu.

Dihargai dan menghargai merupakan dua kata yang berasal dari kata harga. Harga merupakan sesuatu yang mempunyai nilai. Maka suatu penghargaan merupakan penilaian atas suatu harga.

Tentu, kita hidup di dunia ini ingin dihargai. Siapapun itu. Kaya atau miskin, Baik atau Jahat, Tinggi atau pendek, orang kota atau orang desa dan siapapun itu, pasti ingin dihargai. Cuma pertanyaannya sekarang, sudahkah kita menghargai orang lain?

Kadang kita ingin selalu menerima tanpa memikirkan apakah kita telah memberi. Seperti halnya menghargai dan dihargai. Kadang kita selalu ingin dihargai tanpa memikirkan apakah kita sudah menghargai orang lain?

Belajarlah untuk menghargai orang terlebih dahulu, sebelum kita ingin dihargai. Karena dengan proses menghargai terlebih dahulu, itu akan memberikan kita rasa bagaimana seseorang ketika menghargai kita.

Begitupun dalam hal struktural. Biasanya ada pimpinan dan ada bawahan atau staff. Seburuk apapun pemimpin kita, wajib kita untuk tetap mematuhinya selama tidak menyuruh kepada hal yang buruk atau membinasakan.

Taat kepada pemimpin itu Wajib, walaupun pemimpin itu seorang budak.
“ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak"
(Potongan Hadits Arbain ke 28)
Bahkan kepada pemimpin yang kita anggap lebih rendah dari kita pun (sebanding dengan budak) kita wajib untuk menaatinya selama apa yang diperintahkannya itu bukan suatu kemaksiatan.

Bagaimana di Negeri ini? Apakah kita telah menghargai dan taat pada pemimpin kita? Yah minimal menghargainya lah, sebagai Pemimpin Negeri ini, karena tidak mudah loh dalam mengelola suatu Negeri. Kritik tetap boleh diutarakan dan penghargaan harus tetap di utamakan.

Lebih dalam mengambil scope yang lebih kecil. Bagaimana penghargaan kita kepada pemimpin Organisasi kita? Apakah ada sebesit penghargaan untuk pemimpin kita yang di amanahi suatu jabatan?

Jangan sampai kita menjadi orang yang tidak tau berterima kasih atau tidak mau menghargai pemimpin kita dikarenakan pemimpin kita lemah, atau rendah seperti budak. Jika ia telah menjadi pemimpin kita, Hargai!, Cintai!, dan Hormati!,

Tentu, saling menasehati kepada pemimpin tidak terlepas dalam hal itu.

Thursday, 4 April 2013

Dalam perjalanan hidup, anda sangat mungkin pernah mempunyai seorang kawan; semula baik, tiba-tiba berubah jahat; semula alim, tiba-tiba berubah bandel; semula dewasa, tetapi berubah kekanakan; semula lurus, tetapi berubah bengkok; dan semula shalih, tetapi sekarang propagandis neraka.

Pernahkah anda bertanya mengapa itu bisa terjadi? Dan, mungkinkah melakukan hal yang sebaliknya?

Jawabannya adalah itulah metode Setan!

Ibnul Qayyim menjelaskan hal tersebut dengan mengatakan sebagai berikut:


"Pada mulanya setan memasuki manusia melalui lintasan pikiran yang lewat dalam benaknya. Lintasan pikiran itu terus berulang dan terngiang dalam kesadarannya, maka jadilah ia memori."

"Setelah terpendam beberapa lama dalam memori, ia mengalami proses perwujudan dan pembentukan, maka jadilah ia ide atau gagasan. Ketika ia telah menjadi memori, apalagi ketika ia telah mewujud secara nyata dalam ide atau gagasan. Maka, turunlah setan ke wilayah yang lebih dalam pada kepribadianmu."

"Ia turun menjadi keyakinan. Jika engkau tak kuasa menolaknya disini, maka ia akan turun lebih dalam dan menjadi kemauan. Jika engkau gagal menghadapi kemauanmu sendiri, maka ia akan turun ke lapisan paling akhir dari wilayah hatimu, yaitu tekad."

Inilah tiga lapisan yang membentuk wilayah hati seseorang. Disini engkau tentu lebih sulit menolak kehadiran dan pengaruh setan. Sebab, setelah sampai di tepian tekad, ia segera melompat keluar dari diri anda, maka jadilah ia tindakan. Satu kali dua kali dia melakukannya, maka ia akan tertarik untuk melakukannya lagi. Maka,jadilah ia suatu kebiasaan. Dan jika kebiasaan itu berlangsung lama, maka terbentuklah ia menjadi karakter"

Dari wilayah akal terbentuk cara berpikir, dan dari wilayah fisik terbentuk cara berprilaku. Cara berpikir menjadi visi. Dan cara berperilaku menjadi karakter.

Membentuk Karakter Cara Islam (M. Anis Matta) hal 70-72

Dalam perjalanan hidup, anda sangat mungkin pernah mempunyai seorang kawan; semula baik, tiba-tiba berubah jahat; semula alim, tiba-tiba berubah bandel; semula dewasa, tetapi berubah kekanakan; semula lurus, tetapi berubah bengkok; dan semula shalih, tetapi sekarang propagandis neraka.

Pernahkah anda bertanya mengapa itu bisa terjadi? Dan, mungkinkah melakukan hal yang sebaliknya?

Jawabannya adalah itulah metode Setan!

Ibnul Qayyim menjelaskan hal tersebut dengan mengatakan sebagai berikut:


"Pada mulanya setan memasuki manusia melalui lintasan pikiran yang lewat dalam benaknya. Lintasan pikiran itu terus berulang dan terngiang dalam kesadarannya, maka jadilah ia memori."

"Setelah terpendam beberapa lama dalam memori, ia mengalami proses perwujudan dan pembentukan, maka jadilah ia ide atau gagasan. Ketika ia telah menjadi memori, apalagi ketika ia telah mewujud secara nyata dalam ide atau gagasan. Maka, turunlah setan ke wilayah yang lebih dalam pada kepribadianmu."

"Ia turun menjadi keyakinan. Jika engkau tak kuasa menolaknya disini, maka ia akan turun lebih dalam dan menjadi kemauan. Jika engkau gagal menghadapi kemauanmu sendiri, maka ia akan turun ke lapisan paling akhir dari wilayah hatimu, yaitu tekad."

Inilah tiga lapisan yang membentuk wilayah hati seseorang. Disini engkau tentu lebih sulit menolak kehadiran dan pengaruh setan. Sebab, setelah sampai di tepian tekad, ia segera melompat keluar dari diri anda, maka jadilah ia tindakan. Satu kali dua kali dia melakukannya, maka ia akan tertarik untuk melakukannya lagi. Maka,jadilah ia suatu kebiasaan. Dan jika kebiasaan itu berlangsung lama, maka terbentuklah ia menjadi karakter"

Dari wilayah akal terbentuk cara berpikir, dan dari wilayah fisik terbentuk cara berprilaku. Cara berpikir menjadi visi. Dan cara berperilaku menjadi karakter.

Membentuk Karakter Cara Islam (M. Anis Matta) hal 70-72

Wednesday, 3 April 2013

Membuka kembali catatan yang pernah digoreskan dalam lembaran-lembaran kertas yang terdahulu, mengingatkan kembali akan zamannya SMA, ketika sang Guru memberikan kritik atas jawaban seorang siswa mengenai penjelasan seorang tokoh. Siswa tersebut menjelaskan tentang watak beberapa orang tokoh yang mana, watak dari tokoh tersebut ekstreme kiri dan ada pula ekstreme kanan. 

Sang guru tersebut kemudian menjelaskan bahwa dalam penggambaran seorang tokoh atau watak dari seorang tokoh, itu harus seimbang, ada baiknya dan ada buruknya. Jika seorang tokoh tersebut baik seluruh wataknya, maka ia bisa disebut dengan Malaikat dan bila jelek seluruh wataknya maka ia bisa disebut dengan Setan. Ungkap sang Guru yang memberikan penjelasan kepada kami siswa XII IPA 3 di SMAN 1 Leuwiliang. Dan Gru tersebut guru B. Indonesia yang kerenlah, pokona mah.

Lantas, apa hubungannya catatan pada lembaran-lembaran kertas yang terdahulu dengan cerita diatas? Ya, pada intinya, hakikat manusia itu terdiri dari 2 jenis. Yaitu Turob (Tanah) dan Ar-ruh (ruhani). Turob tersebut mengarah ke bumi dan Ruh tersebut mengarah ke langit.
Faalhamaha Fujuroha wa Taqwaha 
“Maka Dia mengilhamkan (kepada setiap jiwa) jalan dosanya dan jalan taqwanya.”
(Qs. Asy-Syams: 8)

Hanya itu, itu yang mesti kita ingat, bahwa dalam diri seseorang itu ada 2 sisi yang ia punya. Sisi kebaikan dan sisi keburukan. Jangan sampai kita meMalaikatkan manusia atau menSetankan manusia. Jadilah bijak dengan meManusiakan manusia karena kita pun ingin diperlakukan seperti itu.

Berbuat kesalahan itu hal biasa, karena manusia tempatnya salah dan lupa. Berbuat suatu kebenaran pun merupakan suatu hal yang biasa karena itu merupakan fitrah dari manusia yang berasal dari ruh. Bukankah sudah sering kita mendengar atau membaca tentang kisah seseorang yang telah membunuh 99 orang yang ingin bertaubat? Atau kisah tentang seorang Tamir masjid yang tertarik pada lawan jenis?

Bagaimana akhir dari kehidupan mereka? Ya, si pembunuh 99 orang itu dikabarkan masuk surga karena di akhir hayatnya ia bertaubat dan taubatnya diterima dan si Tamir mesjid nasib akhirnya mengenaskan. Siapa menyangka.

Adakah kita atau orang-orang disekitar kita yang sekarang mungkin sedang menikmati indahnya iman dan Islam tau bagaimana akhir hayat kita? Istiqomah kah?
Atau kita dan orang-orang disekitar kita yang sekarang mungkin sedang bermaksiat, apakah tau kita akan akhir hayatnya? Bertaubat kah?

Intinya, manusia itu menpunyai 2 sisi di dalam kehidupannya. Yang membedakan antara satu dan yang lainnya adalah seberapa dominan sisi itu. Apakah dominan pada tanah? Atau dominan pada Ruh? Juga bagaimana keadaan terakhir kehidupannya. Apakah dalam keadaan beriman? Atau dalam keadaan bermaksiat?

Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari orang-orang yang lebih dominan pada sisi kebaikan dan dimatikan dalam keadaan beriman dan Khusnul Khatimah. Aamiin :D

Semoga bermanfaat, Mohon koreksinya :D

Membuka kembali catatan yang pernah digoreskan dalam lembaran-lembaran kertas yang terdahulu, mengingatkan kembali akan zamannya SMA, ketika sang Guru memberikan kritik atas jawaban seorang siswa mengenai penjelasan seorang tokoh. Siswa tersebut menjelaskan tentang watak beberapa orang tokoh yang mana, watak dari tokoh tersebut ekstreme kiri dan ada pula ekstreme kanan. 

Sang guru tersebut kemudian menjelaskan bahwa dalam penggambaran seorang tokoh atau watak dari seorang tokoh, itu harus seimbang, ada baiknya dan ada buruknya. Jika seorang tokoh tersebut baik seluruh wataknya, maka ia bisa disebut dengan Malaikat dan bila jelek seluruh wataknya maka ia bisa disebut dengan Setan. Ungkap sang Guru yang memberikan penjelasan kepada kami siswa XII IPA 3 di SMAN 1 Leuwiliang. Dan Gru tersebut guru B. Indonesia yang kerenlah, pokona mah.

Lantas, apa hubungannya catatan pada lembaran-lembaran kertas yang terdahulu dengan cerita diatas? Ya, pada intinya, hakikat manusia itu terdiri dari 2 jenis. Yaitu Turob (Tanah) dan Ar-ruh (ruhani). Turob tersebut mengarah ke bumi dan Ruh tersebut mengarah ke langit.
Faalhamaha Fujuroha wa Taqwaha 
“Maka Dia mengilhamkan (kepada setiap jiwa) jalan dosanya dan jalan taqwanya.”
(Qs. Asy-Syams: 8)

Hanya itu, itu yang mesti kita ingat, bahwa dalam diri seseorang itu ada 2 sisi yang ia punya. Sisi kebaikan dan sisi keburukan. Jangan sampai kita meMalaikatkan manusia atau menSetankan manusia. Jadilah bijak dengan meManusiakan manusia karena kita pun ingin diperlakukan seperti itu.

Berbuat kesalahan itu hal biasa, karena manusia tempatnya salah dan lupa. Berbuat suatu kebenaran pun merupakan suatu hal yang biasa karena itu merupakan fitrah dari manusia yang berasal dari ruh. Bukankah sudah sering kita mendengar atau membaca tentang kisah seseorang yang telah membunuh 99 orang yang ingin bertaubat? Atau kisah tentang seorang Tamir masjid yang tertarik pada lawan jenis?

Bagaimana akhir dari kehidupan mereka? Ya, si pembunuh 99 orang itu dikabarkan masuk surga karena di akhir hayatnya ia bertaubat dan taubatnya diterima dan si Tamir mesjid nasib akhirnya mengenaskan. Siapa menyangka.

Adakah kita atau orang-orang disekitar kita yang sekarang mungkin sedang menikmati indahnya iman dan Islam tau bagaimana akhir hayat kita? Istiqomah kah?
Atau kita dan orang-orang disekitar kita yang sekarang mungkin sedang bermaksiat, apakah tau kita akan akhir hayatnya? Bertaubat kah?

Intinya, manusia itu menpunyai 2 sisi di dalam kehidupannya. Yang membedakan antara satu dan yang lainnya adalah seberapa dominan sisi itu. Apakah dominan pada tanah? Atau dominan pada Ruh? Juga bagaimana keadaan terakhir kehidupannya. Apakah dalam keadaan beriman? Atau dalam keadaan bermaksiat?

Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari orang-orang yang lebih dominan pada sisi kebaikan dan dimatikan dalam keadaan beriman dan Khusnul Khatimah. Aamiin :D

Semoga bermanfaat, Mohon koreksinya :D

Tuesday, 2 April 2013

Memasuki tingkat tiga diperkuliahan, sedikit disibukan dengan apa yang disebut dengan life planning. Orang-orang membuat sebagus mungkin soal Life planning tersebut termasuk saya, yang nantinya dijadikan suatu acuan untuk langkah kedepannya.

Di dalam life planning tersebut, ada suatu fase yang mungkin agak sedikit kritis atau bisa dibilang kritis juga, yaitu fase dari kita sekarang #bujang (saat bikin life planning atau baca ini), sampai kita menikah. Pasti didalam life planning tersebut ada targetan-targetan kapan kita menikah, tahun berapa kita menikah atau beberapa tahun lagi kita menikah?

Bagaimana kita menunggu atau menjalani fase tersebut? Fase dari sekarang ini sampai kita Menikah nanti. Aktivitas-aktivitas apa yang kita lakukan atau apa yang harus kita lakukan? Berketepatan dengan itu Ustadz Salim A. Fillah dalam bukunya "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan" dengan subbab Indahnya Menahan, saat berbuka Penuh Kejutan memberikan beberapa kiat kepada kita dalam menanti pernikahan dengan proses yang suci. Setidaknya ada 5 yang beliau jelaskan dalam buku tersebut.


1. Dzikrullah, Allah dekat saja!

Hakikat dzikir, adalah mengingat Allah di setiap tempat, kondisi, dan waktu.


“Orang – orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring. Dan mereka mentafakkuri penciptaan langit dan bumi. (Mereka mengatakan) Wahai Rabb kami, tidaklah Engkau cipatakan semua ini dengan sia – sia, Maha Suci Engkau, maka jauhkanlah kami dari azab neraka”(QS. Ali Imran ayat 191)

Ada beberapa dzikir Ma’tsur yang dituntunkan oleh Rasulallah SAW untuk dilakukan setiap pagi dan sore, menjelang tidur atau saat-saat khusus.

“yaitu Orang – orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan mengingat Allah, Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (QS. Ar Raad ayat 28)


Semoga dengan senantiasa Mengingat Allah, hati akan lebih tenang.



2. Maka Atasnyalah Puasa…


“Wahai sekalian pemuda….barangsiapa diantara kalian bersanggupan ba’ah maka hendaklah is menikah. Karena sesungguhnya ia dapat memejamkan mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka atasnyalah puasa, maka sesunggunya puasa itu benteng baginya. (HR Al Bukhari dan Muslim )


Ba’ah, dalam arti asalnya adalah tersedianya tempat tinggal. Jadi syarat anjuran untuk menikah di sini dikaitkan dengan kemampuan seseorang untuk menyediakan tempat tinggal bagi kehidupan rumah tangganya nanti. Oh, bukan berarti harus sudah memiliki rumah sendiri, apalagi jika harus megah. Tidak, tidak ada larangan menjadi kontraktor(pengontrak maksudnya) bahkan fatimah binti Rosulullah dan Ali di awal pernikahannya menempati sebuah rumah sangat sederhana yang statusnya hutang.

Memaknai puasa tak hanya sebagai lapar dan dahaga, ini yang sulit. Ada lidah, mata, tangan, dan kaki, yang juga tetap harus kita puasakan. Banyak prang berpuasa tanpa beroleh apa jua selain lapar dan dahaga. Tetapi adalah hina, jika enggan berpuasa karena takut tak mendapat apa – apa. Subhanallah, sungguh melegakan bahwa secara fisik lahiriah saja, logika puasa sebagai benteng ini sudah bersambung dengan sabda beliau SAW yang lain :

“Sesungguhnya syaithan itu berjalan didalam diri anak Adam melalaui peredaran darah. Maka persempitlah jalannya dengan lapar dan dahaga.(HR. Al Bukhari )



3. Menggapai Pertolongan Dengan Sabar dan Shalat

Ketika nafsu begitu haus, ketika syahwat begitu menggebu, tetap ada kesucian yang harus dipertahankan mati-matian. Betapa berat perjuangan, ia hanya menghargai para pemilik kesabaran. Ia gandengkan ruhnya yang berjuang mempertahankan kesucian, ia sambungkan jiwanya yang coba menegakkan sifat malu, dengan kesertaan Allah. Sungguh sebuah nikmat yang tak bisa diukur dengan neraca dunia.


“Wahai orang yang beriman, mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah berseta orang – orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 153 )

4. Nggak Ngaji Nggak Trendi !


Nah, dari pada sibuk bergalau, perlu n penting banget ni, Ngaji..
Perdalam ilmu ilmu agama…


"Barang siapa yang melakukan perjalanan menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudah jalannya menuju syurga." ( HR Bukhari)


"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..." (QS. An-Nur:26)

**Dari hadist di atas sudah jelas bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim/mah. Dan masalah jodoh sudah di tetapkan dalam QS. 24:26 di atas bahwa lelaki baik akan berjodoh dengan wanita baik, pun begitu juga sebaliknya. Jika ingin meraih surga, maka tuntutlah ilmu. Jika inginkan jodohmu ialah seseorang yang baik, maka perbaikilah diri dulu lewat ilmu.



5. Melelahkan diri dengan Aktivitas Surgawi


“ Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu.” ( HR Al Bukhari )

Ada banyak hal yang belum kita tahu. Ada banyak keterampilan yang kita belum bisa. Ada banyak wawasan yang terlewatkan. Ada ribuan buku yang terbit tiap hari. Ada milyaran manusia yang belum kita kenal. Ada jutaan tempat yang belum kita kunjungi. Ada banyak kata yang belum sempat terucap dan tersampaikan. Ada banyak buah pikiran yang belum tersalurkan. Ada banyak ide dan rancangan karya yang belum kita wujudkan. Demi Allah, ada banyak ilmu yang belum kita amalkan……

Padahal Allah telah menyediakan tempat belajar. Ada banyak masjid tanpa jama’ah dan pemakmur. Ada banyak TPA kekurangan pembina. Ada banyak acara da’wah kurang lancar sebab kurang personel memadai. Ada pengelolaan baksos yang belum profesional. LDK, DKM, Rohis masih pontang panting dan compang camping kalau mengadakan acara. Ada banyak remaja masjid yang justru menggunakan kegiatan untuk pacaran, wuih. Itu yang dekat dan kecil, ada yang dekat tapi besar. Misalnya, ada jutaan muslimin miskin adalah tetangga kita. Ratusan ribu anak jalanan lalu lalang didepan rumah. Jutaan ummat terancam kristenisasi dan pemurtadan. Yang jauh dimata tapi harusnya dekat dihati? Jutaan pengungsi palestina meregang nyawa. Anak-anak kecil dengan ketapel menghadang tank dan Buldozer Israel. Orang-orang tak berdosa korban senjata biologis, roket-roket penghancur, mortir dan bom karpet Amerika. Muslimah di teror, ditarik jilbabnya dan diperkosa…Astaghfirullah.

Demi Allah, ada banyak hal yang akan ditanyakan-Nya kepada kita, soal ukhuwah, cinta dan kepedulian…..
Saya kan juga masih bodoh soal agama, belum layak ambil bagian dalam da’wah. Sepantasnya saya di da’wahi dulu sampai benar-benar bisa. Baru memang kalau nanti saya bisa ceramah, ajak deh saya berda’wah. Ketahuilah, kalau da’wah hanya ceramah, maka dunia hanya perlu lidah, tak perlu anggota badan yang lain !!! Pun anda seorang yang hanya bisa mengebut, tak ada keterampilan lainnya, betapa berharganya anda sebagai penjemput ustadz pengisi kajian yang rumahnya nun jauh disana. Pun saat anda seorang yang agak pelit soal uang, ada jabatan bendahara Rohis menanti. Pun ketika anda hanya seorang yang suka jajan, andalah referensi sie konsumsi untuk mencari konsumsi terlezat dan termurah. Pun ketika anda seorang yang suka bertualang, anda tetap referensi dan surveyor tangguh bagi team outbond islami. Pun ketika anda hanya kenal para sopir, bukankah kita perlu sie transportasi ? pun kalau anda bercita-cita menjadi pebisnis sukses, mengapa tak sejak sekarang belajar dalam sie dana usaha ? kalau anda ingin jadi aktivis LSM Muslim, kok tidak sejak sekarang mencoba mengumpulkan dan mengelola infaq untuk pengungsi ambon, poso, korban perang di Afghan, ‘Iraq dan Palestina? Begitu banyak yang bisa dilakukan dalam da’wah ini……


“ Hai orang-orang yang berkemul selimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Rabb-Mu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah! Dan perbuatan dosa tinggalkanlah! Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh yang lebih banyak. Dan untuk ( memenuhi perintah ) Rabb-Mu, Bersabarlah! ( Al Mudatsir 1-7 ) 

Kerjakan semuanya yang kau bisa sampai batas kelelahan menghampiri. Malam ini, saat kau rasakan pegal dipunggung, ngilu di kaki, dan nyeri di sendi, berbaringlah bertafakur ditempat tidur. Bermuhasabahlah sambil merilekskan tubuhmu. Rasakan kenyamanan istirahat yang sangat. Semoga segala kelelahanmu, berhadiah pijatan lembut bidadari…..

Nah, itu dia kiat-kiat yang ada didalam buku Ustadz Salim A Fillah, mudah-mudahan bermanfaat. Bukan berati setelah melewati fasenya, aktivitas diatas terhenti. Akan tetapi ini akan terus berlanjut sampai akhir hayat nanti :D

Memasuki tingkat tiga diperkuliahan, sedikit disibukan dengan apa yang disebut dengan life planning. Orang-orang membuat sebagus mungkin soal Life planning tersebut termasuk saya, yang nantinya dijadikan suatu acuan untuk langkah kedepannya.

Di dalam life planning tersebut, ada suatu fase yang mungkin agak sedikit kritis atau bisa dibilang kritis juga, yaitu fase dari kita sekarang #bujang (saat bikin life planning atau baca ini), sampai kita menikah. Pasti didalam life planning tersebut ada targetan-targetan kapan kita menikah, tahun berapa kita menikah atau beberapa tahun lagi kita menikah?

Bagaimana kita menunggu atau menjalani fase tersebut? Fase dari sekarang ini sampai kita Menikah nanti. Aktivitas-aktivitas apa yang kita lakukan atau apa yang harus kita lakukan? Berketepatan dengan itu Ustadz Salim A. Fillah dalam bukunya "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan" dengan subbab Indahnya Menahan, saat berbuka Penuh Kejutan memberikan beberapa kiat kepada kita dalam menanti pernikahan dengan proses yang suci. Setidaknya ada 5 yang beliau jelaskan dalam buku tersebut.


1. Dzikrullah, Allah dekat saja!

Hakikat dzikir, adalah mengingat Allah di setiap tempat, kondisi, dan waktu.


“Orang – orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring. Dan mereka mentafakkuri penciptaan langit dan bumi. (Mereka mengatakan) Wahai Rabb kami, tidaklah Engkau cipatakan semua ini dengan sia – sia, Maha Suci Engkau, maka jauhkanlah kami dari azab neraka”(QS. Ali Imran ayat 191)

Ada beberapa dzikir Ma’tsur yang dituntunkan oleh Rasulallah SAW untuk dilakukan setiap pagi dan sore, menjelang tidur atau saat-saat khusus.

“yaitu Orang – orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan mengingat Allah, Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (QS. Ar Raad ayat 28)


Semoga dengan senantiasa Mengingat Allah, hati akan lebih tenang.



2. Maka Atasnyalah Puasa…


“Wahai sekalian pemuda….barangsiapa diantara kalian bersanggupan ba’ah maka hendaklah is menikah. Karena sesungguhnya ia dapat memejamkan mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka atasnyalah puasa, maka sesunggunya puasa itu benteng baginya. (HR Al Bukhari dan Muslim )


Ba’ah, dalam arti asalnya adalah tersedianya tempat tinggal. Jadi syarat anjuran untuk menikah di sini dikaitkan dengan kemampuan seseorang untuk menyediakan tempat tinggal bagi kehidupan rumah tangganya nanti. Oh, bukan berarti harus sudah memiliki rumah sendiri, apalagi jika harus megah. Tidak, tidak ada larangan menjadi kontraktor(pengontrak maksudnya) bahkan fatimah binti Rosulullah dan Ali di awal pernikahannya menempati sebuah rumah sangat sederhana yang statusnya hutang.

Memaknai puasa tak hanya sebagai lapar dan dahaga, ini yang sulit. Ada lidah, mata, tangan, dan kaki, yang juga tetap harus kita puasakan. Banyak prang berpuasa tanpa beroleh apa jua selain lapar dan dahaga. Tetapi adalah hina, jika enggan berpuasa karena takut tak mendapat apa – apa. Subhanallah, sungguh melegakan bahwa secara fisik lahiriah saja, logika puasa sebagai benteng ini sudah bersambung dengan sabda beliau SAW yang lain :

“Sesungguhnya syaithan itu berjalan didalam diri anak Adam melalaui peredaran darah. Maka persempitlah jalannya dengan lapar dan dahaga.(HR. Al Bukhari )



3. Menggapai Pertolongan Dengan Sabar dan Shalat

Ketika nafsu begitu haus, ketika syahwat begitu menggebu, tetap ada kesucian yang harus dipertahankan mati-matian. Betapa berat perjuangan, ia hanya menghargai para pemilik kesabaran. Ia gandengkan ruhnya yang berjuang mempertahankan kesucian, ia sambungkan jiwanya yang coba menegakkan sifat malu, dengan kesertaan Allah. Sungguh sebuah nikmat yang tak bisa diukur dengan neraca dunia.


“Wahai orang yang beriman, mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah berseta orang – orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 153 )

4. Nggak Ngaji Nggak Trendi !


Nah, dari pada sibuk bergalau, perlu n penting banget ni, Ngaji..
Perdalam ilmu ilmu agama…


"Barang siapa yang melakukan perjalanan menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudah jalannya menuju syurga." ( HR Bukhari)


"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..." (QS. An-Nur:26)

**Dari hadist di atas sudah jelas bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim/mah. Dan masalah jodoh sudah di tetapkan dalam QS. 24:26 di atas bahwa lelaki baik akan berjodoh dengan wanita baik, pun begitu juga sebaliknya. Jika ingin meraih surga, maka tuntutlah ilmu. Jika inginkan jodohmu ialah seseorang yang baik, maka perbaikilah diri dulu lewat ilmu.



5. Melelahkan diri dengan Aktivitas Surgawi


“ Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu.” ( HR Al Bukhari )

Ada banyak hal yang belum kita tahu. Ada banyak keterampilan yang kita belum bisa. Ada banyak wawasan yang terlewatkan. Ada ribuan buku yang terbit tiap hari. Ada milyaran manusia yang belum kita kenal. Ada jutaan tempat yang belum kita kunjungi. Ada banyak kata yang belum sempat terucap dan tersampaikan. Ada banyak buah pikiran yang belum tersalurkan. Ada banyak ide dan rancangan karya yang belum kita wujudkan. Demi Allah, ada banyak ilmu yang belum kita amalkan……

Padahal Allah telah menyediakan tempat belajar. Ada banyak masjid tanpa jama’ah dan pemakmur. Ada banyak TPA kekurangan pembina. Ada banyak acara da’wah kurang lancar sebab kurang personel memadai. Ada pengelolaan baksos yang belum profesional. LDK, DKM, Rohis masih pontang panting dan compang camping kalau mengadakan acara. Ada banyak remaja masjid yang justru menggunakan kegiatan untuk pacaran, wuih. Itu yang dekat dan kecil, ada yang dekat tapi besar. Misalnya, ada jutaan muslimin miskin adalah tetangga kita. Ratusan ribu anak jalanan lalu lalang didepan rumah. Jutaan ummat terancam kristenisasi dan pemurtadan. Yang jauh dimata tapi harusnya dekat dihati? Jutaan pengungsi palestina meregang nyawa. Anak-anak kecil dengan ketapel menghadang tank dan Buldozer Israel. Orang-orang tak berdosa korban senjata biologis, roket-roket penghancur, mortir dan bom karpet Amerika. Muslimah di teror, ditarik jilbabnya dan diperkosa…Astaghfirullah.

Demi Allah, ada banyak hal yang akan ditanyakan-Nya kepada kita, soal ukhuwah, cinta dan kepedulian…..
Saya kan juga masih bodoh soal agama, belum layak ambil bagian dalam da’wah. Sepantasnya saya di da’wahi dulu sampai benar-benar bisa. Baru memang kalau nanti saya bisa ceramah, ajak deh saya berda’wah. Ketahuilah, kalau da’wah hanya ceramah, maka dunia hanya perlu lidah, tak perlu anggota badan yang lain !!! Pun anda seorang yang hanya bisa mengebut, tak ada keterampilan lainnya, betapa berharganya anda sebagai penjemput ustadz pengisi kajian yang rumahnya nun jauh disana. Pun saat anda seorang yang agak pelit soal uang, ada jabatan bendahara Rohis menanti. Pun ketika anda hanya seorang yang suka jajan, andalah referensi sie konsumsi untuk mencari konsumsi terlezat dan termurah. Pun ketika anda seorang yang suka bertualang, anda tetap referensi dan surveyor tangguh bagi team outbond islami. Pun ketika anda hanya kenal para sopir, bukankah kita perlu sie transportasi ? pun kalau anda bercita-cita menjadi pebisnis sukses, mengapa tak sejak sekarang belajar dalam sie dana usaha ? kalau anda ingin jadi aktivis LSM Muslim, kok tidak sejak sekarang mencoba mengumpulkan dan mengelola infaq untuk pengungsi ambon, poso, korban perang di Afghan, ‘Iraq dan Palestina? Begitu banyak yang bisa dilakukan dalam da’wah ini……


“ Hai orang-orang yang berkemul selimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Rabb-Mu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah! Dan perbuatan dosa tinggalkanlah! Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh yang lebih banyak. Dan untuk ( memenuhi perintah ) Rabb-Mu, Bersabarlah! ( Al Mudatsir 1-7 ) 

Kerjakan semuanya yang kau bisa sampai batas kelelahan menghampiri. Malam ini, saat kau rasakan pegal dipunggung, ngilu di kaki, dan nyeri di sendi, berbaringlah bertafakur ditempat tidur. Bermuhasabahlah sambil merilekskan tubuhmu. Rasakan kenyamanan istirahat yang sangat. Semoga segala kelelahanmu, berhadiah pijatan lembut bidadari…..

Nah, itu dia kiat-kiat yang ada didalam buku Ustadz Salim A Fillah, mudah-mudahan bermanfaat. Bukan berati setelah melewati fasenya, aktivitas diatas terhenti. Akan tetapi ini akan terus berlanjut sampai akhir hayat nanti :D

Saturday, 23 March 2013

Anda manusia? apa yang anda lakukan sebagai manusia? Apa tugas anda Sebagai manusia? Mudah-mudahan ayat dibawah ini bisa menjawab pertanyaan diatas. 

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (Adz Dzaariyat :56)

 Ya, Ibadah. Tugas utama dari seorang insan yang disebut Manusia itu ialah Ibadah. Apa makna dari Ibadah itu sendiri? Menurut Syeikh Islam Ibnu Taimiah Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, berupa perkataan atau perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi.

Apa sajakah yang dicintai dan diridhoi oleh Allah ?
  • Yang diperintahkan (harus diniatkan hanya untuk Allah) seperti Sholat, Puasa, Zakat, Haji, Tilawah dan lain-lain
  • Yang dimubahkan
  • Yang diharamkan tidak akan jadi Ibadah
Lantas, kenapakah kita mesti beribadah? ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait ibadah itu sendiri.

  1.  Ibadah merupakan Hiburan bagi orang beriman. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari atau aktivitas yang menghimpit jiwa, kita butuh waktu untuk melenggangkannya kembali. Dan Ibadah ini menjadi hiburan yang menentramkan dan meluaskan hati kita kembali. Senada Rasulullah bersabda pada seorang sahabat "yaa bilaal, arihnaa bish shalaah" wahai bilal, istirahatkan kami dengan shalat.
  2. Sebagai tempat untuk menyelesaikan Masalah. Yang Mashur sering kita dengar dan kita lakukan mungkin soal Sholat Istikharah. Kemudian mengadukan segala Problem atau masalah kita di penghujung sepertiga malam. Mengadulah hanya kepada-Nya yang mengatur alam ini dan segala urusan.
  3. Tambahan pengetahuan Ilmu yang tidak terbuka. Mungkin pernah kita rasakan sesuatu hal yang sebenarnya simple, tapi sulit kita pelajari. Mungkin saja disitu Allah masih belum membukakan ilmunya kepada kita. disalah satu potongan ayat 282 dalam Surat Al Baqarah "Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Maka, dengan Taqwa Allah akan mengajarkan Ilmunya, yang mana Allah maha Mengetahui segala sesuatu. Dan jalan yang menghantarkan kepada suatu ketaqwaan yaitu Ibadah.
Kemudian,bagaimanakan Ibadah yang benar itu ? Ada 2 syarat dalam melakukan Ibadah
  1. Niat. Ikhlas dalam niat. Semata-mata dalam melakukan ibadah itu hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
  2. Tata cara. Jika soal urusan dunia, maka diserahkan semuanya kepada Manusia. Misalnya tentang Mengawinkan pohon kurma. Jika ia merupakan suatu Ibadah, maka ia harus sesuai tuntunan dari Rasulallah.

Kajian Fiqih Dakwah
Ustd. Rasikh LC
Dari Buku Fiqih Dakwah Jilid 2
Syeikh Mustafa Mansyur

Anda manusia? apa yang anda lakukan sebagai manusia? Apa tugas anda Sebagai manusia? Mudah-mudahan ayat dibawah ini bisa menjawab pertanyaan diatas. 

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (Adz Dzaariyat :56)

 Ya, Ibadah. Tugas utama dari seorang insan yang disebut Manusia itu ialah Ibadah. Apa makna dari Ibadah itu sendiri? Menurut Syeikh Islam Ibnu Taimiah Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, berupa perkataan atau perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi.

Apa sajakah yang dicintai dan diridhoi oleh Allah ?
  • Yang diperintahkan (harus diniatkan hanya untuk Allah) seperti Sholat, Puasa, Zakat, Haji, Tilawah dan lain-lain
  • Yang dimubahkan
  • Yang diharamkan tidak akan jadi Ibadah
Lantas, kenapakah kita mesti beribadah? ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait ibadah itu sendiri.

  1.  Ibadah merupakan Hiburan bagi orang beriman. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari atau aktivitas yang menghimpit jiwa, kita butuh waktu untuk melenggangkannya kembali. Dan Ibadah ini menjadi hiburan yang menentramkan dan meluaskan hati kita kembali. Senada Rasulullah bersabda pada seorang sahabat "yaa bilaal, arihnaa bish shalaah" wahai bilal, istirahatkan kami dengan shalat.
  2. Sebagai tempat untuk menyelesaikan Masalah. Yang Mashur sering kita dengar dan kita lakukan mungkin soal Sholat Istikharah. Kemudian mengadukan segala Problem atau masalah kita di penghujung sepertiga malam. Mengadulah hanya kepada-Nya yang mengatur alam ini dan segala urusan.
  3. Tambahan pengetahuan Ilmu yang tidak terbuka. Mungkin pernah kita rasakan sesuatu hal yang sebenarnya simple, tapi sulit kita pelajari. Mungkin saja disitu Allah masih belum membukakan ilmunya kepada kita. disalah satu potongan ayat 282 dalam Surat Al Baqarah "Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Maka, dengan Taqwa Allah akan mengajarkan Ilmunya, yang mana Allah maha Mengetahui segala sesuatu. Dan jalan yang menghantarkan kepada suatu ketaqwaan yaitu Ibadah.
Kemudian,bagaimanakan Ibadah yang benar itu ? Ada 2 syarat dalam melakukan Ibadah
  1. Niat. Ikhlas dalam niat. Semata-mata dalam melakukan ibadah itu hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
  2. Tata cara. Jika soal urusan dunia, maka diserahkan semuanya kepada Manusia. Misalnya tentang Mengawinkan pohon kurma. Jika ia merupakan suatu Ibadah, maka ia harus sesuai tuntunan dari Rasulallah.

Kajian Fiqih Dakwah
Ustd. Rasikh LC
Dari Buku Fiqih Dakwah Jilid 2
Syeikh Mustafa Mansyur

Wednesday, 6 February 2013

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. 

Dutsur ilahi tersebut (Ali Imran : 190 - 191) rasanya cocok untuk post kali ini. Mungkin dari kita semua sudah sering rasanya mengunjungi Air Terjun atau istilah lainnya Curug. Sudah sering mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya. Sudah sering mengunjungi ciptaan-ciptaan Yang Maha Kuasa yang membentar di Dunia ini, dari Sabang sampai Meurake, dan lain lainnya.

Akan tetapi, apa yang kita pikirkan, ketika kita berkunjung ke tempat tersebut ? Kagum, Asyik, Sejuk, Nyaman dan lain-lainnya perasaan yang membuncah di dalam dada yang mungkin tidak dapat dijelaskan satu persatu. Sudahkah bertambah keimanan kita dengan mengunjunginya ? Melihat ciptaan-ciptaannya ?

Sebagai pribumi dari Kabupaten Bogor, (Lahir di Bogor dan Tinggal di Bogor) mungkin tidak ada salahnya, jika membagikan sedikit pengalamannya mengenai tempat atau Curug yang ada di Bogor, baik yang sudah pernah dikunjungi, maupun yang belum pernah dikunjungi, diantaranya :
1. Curug Cigamea

Terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Curug Cigamea terdiri dari dua air terjun utama dengan karakter berbeda. Air terjun pertama lebih dekat dengan jalan masuk, dengan tebing curam menyerupai dinding dan didominasi bebatuan hitam. Kolam limpahan air yang berada dibawahnya tidak terlalu dalam dan luas sehingga tidak bisa digunakan untuk berenang. Sementara air terjun kedua berjarak sekitar 30 meter dari air terjun pertama dan berada di celah tebing. Air terjun kedua ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dengan aliran air yang turun semakin lebar membelah tebing bebatuan yang berwarna hitam kecoklatan serta tumpahan air yang cukup deras dibandingkan air terjun yang pertama. Kolam limpahan air yang ada di bawah air terjun kedua ini cukup luas dengan warna air yang biru kehijau-hijauan di bagian tengah kolam menandakan bagian tersebut cukup dalam, sehingga bisa digunakan untuk berenang.



2. Curug Luhur

Tak jauh berbeda dengan air terjun lainnya, “ curug luhur” yang terletak di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini menawarkan keindahan alaminya yang bisa menyegarkan pikiran, mengajak anak- anak ke air terjun ini pun juga bisa anda lakukan, hanya berjarak 150 meter dari parkiran dan mempunyai akses jalan yang mudah dan tidak terlalu berat dilalui, memudahkan anda untuk membawa anak- anak melihat keindahan air terjun yang satu ini. Selain itu pemandangan dan air terjun sangat baik bagi anak- anak, kecerian di pasti akan anda dapatkan di air terjun ini. curug luhur juga berada ditempat yang strategis, jadi bagi anda yang ingin berekreasi ke air terjun ini bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Mempunyai tinggi sekitar 60 m , air terjun ini mempunyai curahan air yang cukup deras, bersama keluarga anda bisa bermandi ria dibawahnya, terdapat kolam yang cukup besar bagi anda yang ingin menikmati kesegaran air curug luhur ini, selain itu pemandangan di sekitar air terjun ini sangat menawan sejauh mata memandang,pepohonan hijau dan rindang menyegarkan mata, selain itu udara khas pegunungan juga bisa anda rasakan disini. Selain air terjun disini juga terdapat sederet air yang mengalir deras pada dinding tanah dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi hanya sekitar 2 meter, yang juga airnya bisa anda nikmati kesegaranya, untuk hanya sekedar membasuh muka.




3. Curug Nangka, Curug Daun, dan Curug Kawung

Berada di kawasan Gunung Bunder , curug nangka menawarkan kesegaran alam dan keindahan air terjunya yang pastinya menyegarkan pikiran. Curug nangka sendiri terletak di Desa Warung Loa, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan berada di ketinggian sekitar 750 m dpl, pastinya udara sejuk khas pegunungan bisa anda rasakan. Bagi anda pecinta alam berkunjung ke air terjun ini tentu sangat menyenangkan, karena dilokasi curug nangka anda masih bisa menemukan dua curug lainnya yang hanya berjarak 100 meter, yaitu curug daun dan curug kawung. Dan bagi anda yang mengajak anak- anak pun tidak perlu kuwatir karena jalan menuju curug nangka tidak menyajikan jalan yang sulit, selain itu sangat dekat dengan pintu masuk hanya 500 meter atau sekitar 15 menit perjalanan. Mulai menikmati keindahan Curug Nangka, air terjun yang satu ini merupakan ir terjun bertingkat , dengan 3 tahap yang masing – masing tahapnya mempunyai ketinggian sekitar 20-30 meter, anda bersama anak bisa bermain air sepuasnya denga bermandi- mandi dibawah guyuran air terjun, juga terdapat kolam alami yang terdapat di bawah air terjun ini. selain keindahan air terjunya dan alaminya alam disekitar air terjun anda juga bisa melihat kawanan monyet liar yang bergelantungan di atas pohon, tak jarang monyet – monyet akan meminta makan kepada pengunjung, tentu ini menjadi keseruan tersendiri saat berkunjung ke air terjun ini.

Yah, mungkin baru 3 tempat ini yang baru dikunjungi, mudah-mudahan dapat mengunjungi yang lainnya,  :D, karena masih banyak tempat atau curug yang belum dikunjungi

sumber

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. 

Dutsur ilahi tersebut (Ali Imran : 190 - 191) rasanya cocok untuk post kali ini. Mungkin dari kita semua sudah sering rasanya mengunjungi Air Terjun atau istilah lainnya Curug. Sudah sering mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya. Sudah sering mengunjungi ciptaan-ciptaan Yang Maha Kuasa yang membentar di Dunia ini, dari Sabang sampai Meurake, dan lain lainnya.

Akan tetapi, apa yang kita pikirkan, ketika kita berkunjung ke tempat tersebut ? Kagum, Asyik, Sejuk, Nyaman dan lain-lainnya perasaan yang membuncah di dalam dada yang mungkin tidak dapat dijelaskan satu persatu. Sudahkah bertambah keimanan kita dengan mengunjunginya ? Melihat ciptaan-ciptaannya ?

Sebagai pribumi dari Kabupaten Bogor, (Lahir di Bogor dan Tinggal di Bogor) mungkin tidak ada salahnya, jika membagikan sedikit pengalamannya mengenai tempat atau Curug yang ada di Bogor, baik yang sudah pernah dikunjungi, maupun yang belum pernah dikunjungi, diantaranya :
1. Curug Cigamea

Terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Curug Cigamea terdiri dari dua air terjun utama dengan karakter berbeda. Air terjun pertama lebih dekat dengan jalan masuk, dengan tebing curam menyerupai dinding dan didominasi bebatuan hitam. Kolam limpahan air yang berada dibawahnya tidak terlalu dalam dan luas sehingga tidak bisa digunakan untuk berenang. Sementara air terjun kedua berjarak sekitar 30 meter dari air terjun pertama dan berada di celah tebing. Air terjun kedua ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dengan aliran air yang turun semakin lebar membelah tebing bebatuan yang berwarna hitam kecoklatan serta tumpahan air yang cukup deras dibandingkan air terjun yang pertama. Kolam limpahan air yang ada di bawah air terjun kedua ini cukup luas dengan warna air yang biru kehijau-hijauan di bagian tengah kolam menandakan bagian tersebut cukup dalam, sehingga bisa digunakan untuk berenang.



2. Curug Luhur

Tak jauh berbeda dengan air terjun lainnya, “ curug luhur” yang terletak di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini menawarkan keindahan alaminya yang bisa menyegarkan pikiran, mengajak anak- anak ke air terjun ini pun juga bisa anda lakukan, hanya berjarak 150 meter dari parkiran dan mempunyai akses jalan yang mudah dan tidak terlalu berat dilalui, memudahkan anda untuk membawa anak- anak melihat keindahan air terjun yang satu ini. Selain itu pemandangan dan air terjun sangat baik bagi anak- anak, kecerian di pasti akan anda dapatkan di air terjun ini. curug luhur juga berada ditempat yang strategis, jadi bagi anda yang ingin berekreasi ke air terjun ini bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Mempunyai tinggi sekitar 60 m , air terjun ini mempunyai curahan air yang cukup deras, bersama keluarga anda bisa bermandi ria dibawahnya, terdapat kolam yang cukup besar bagi anda yang ingin menikmati kesegaran air curug luhur ini, selain itu pemandangan di sekitar air terjun ini sangat menawan sejauh mata memandang,pepohonan hijau dan rindang menyegarkan mata, selain itu udara khas pegunungan juga bisa anda rasakan disini. Selain air terjun disini juga terdapat sederet air yang mengalir deras pada dinding tanah dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi hanya sekitar 2 meter, yang juga airnya bisa anda nikmati kesegaranya, untuk hanya sekedar membasuh muka.




3. Curug Nangka, Curug Daun, dan Curug Kawung

Berada di kawasan Gunung Bunder , curug nangka menawarkan kesegaran alam dan keindahan air terjunya yang pastinya menyegarkan pikiran. Curug nangka sendiri terletak di Desa Warung Loa, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan berada di ketinggian sekitar 750 m dpl, pastinya udara sejuk khas pegunungan bisa anda rasakan. Bagi anda pecinta alam berkunjung ke air terjun ini tentu sangat menyenangkan, karena dilokasi curug nangka anda masih bisa menemukan dua curug lainnya yang hanya berjarak 100 meter, yaitu curug daun dan curug kawung. Dan bagi anda yang mengajak anak- anak pun tidak perlu kuwatir karena jalan menuju curug nangka tidak menyajikan jalan yang sulit, selain itu sangat dekat dengan pintu masuk hanya 500 meter atau sekitar 15 menit perjalanan. Mulai menikmati keindahan Curug Nangka, air terjun yang satu ini merupakan ir terjun bertingkat , dengan 3 tahap yang masing – masing tahapnya mempunyai ketinggian sekitar 20-30 meter, anda bersama anak bisa bermain air sepuasnya denga bermandi- mandi dibawah guyuran air terjun, juga terdapat kolam alami yang terdapat di bawah air terjun ini. selain keindahan air terjunya dan alaminya alam disekitar air terjun anda juga bisa melihat kawanan monyet liar yang bergelantungan di atas pohon, tak jarang monyet – monyet akan meminta makan kepada pengunjung, tentu ini menjadi keseruan tersendiri saat berkunjung ke air terjun ini.

Yah, mungkin baru 3 tempat ini yang baru dikunjungi, mudah-mudahan dapat mengunjungi yang lainnya,  :D, karena masih banyak tempat atau curug yang belum dikunjungi

sumber

Monday, 4 February 2013

Pernah terjatuh didepan umum ? Bagaimana perasaan kita ? Malu ? Pastiii. Semua perhatian tertuju kepada kita, banyak yang lihat kita terjatuh, lantas kita selalu "terjebak" memikirkan apa yah kira kira yang ada dibenak orang lain.

Berpikirlah untuk berusaha naik.. look inside, jangan merasa malu, jangan merasa bersalah, jangan merasa tidak berdaya. Karena musuh terbesar kita adalah perasaan tidak berdaya itu. Bangkitlah bangun dan bersikaplah cuek, sambil membersihkan (memperbaiki) diri.

Itulah mengapa Nabi SAW mengajarkan pada kita doa :

 "Allahumma inni a 'udzubika minal 'ajzi wal kasl....."

Jika kita terus berusaha bangun, maka yakinlah orang-orang yang semula menonton itu tidak akan lagi berfikir mengapa kita terjatuh, tetapi mereka akan bergabung bersama kita untuk menjulurkan tangannya untuk membantu kita bangun. Kita harus tunjukkan pada semua orang bahwa kita adalah seseorang yang cepat belajar, bisa segera sadar jika ada kesalahan, juga pintar dalam recovery.

Masih inget tentang perang Uhud 70 sahabat syahid, bukan karena kehebatan musuh, tetapi karena keteledoran pasukan pemanah. Tetapi Rosul tidak menegur mereka saat mereka melakukan kesalahan. 3 hari setelah itu nabi kirim pasukan ke qabilah-qabilah diskitar Madinah yang sudah menunjukkan gejala melepas diri dari madinah karena mereka berfikir Madinah sudah lemah, sudah habis.. Tapi Nabi tidak mau memberi ruang dan waktu bagi mereka untuk berfikir melepaskan diri..

Fakta-fakta tersebut telah ada dalam Sirah Nabawi. Fakta fakta tersebut ada bukan hanya untuk kita kuasai, akan tetapi untuk mengambil hikmah-hikmah, mengambil pelajaran-pelajaran dari Fakta tersebut.

Apakah kita akan terfokus pada apa yang telah terjadi tersebut, atau fokus apa yang akan kita lakukan setelahnya ? Apa kita akan fokus pada Musibah (terjatuh) yang telah terjadi kita akan fokus pada bagaimana kita bangkit dan  lakukan setelahnya ?

Satu-satunya cara untuk menghilangkan musibah dalam pikiran kita adalah dengan melupakannya. Kita tidak punya waktu untuk dikasihani. Jangan sampai energi kita habis hanya untuk menyesali diri.. Salurkan energi kita untuk perbaharui diri. Sekaranglah waktunya kita untuk memperbaiki diri.



Pernah terjatuh didepan umum ? Bagaimana perasaan kita ? Malu ? Pastiii. Semua perhatian tertuju kepada kita, banyak yang lihat kita terjatuh, lantas kita selalu "terjebak" memikirkan apa yah kira kira yang ada dibenak orang lain.

Berpikirlah untuk berusaha naik.. look inside, jangan merasa malu, jangan merasa bersalah, jangan merasa tidak berdaya. Karena musuh terbesar kita adalah perasaan tidak berdaya itu. Bangkitlah bangun dan bersikaplah cuek, sambil membersihkan (memperbaiki) diri.

Itulah mengapa Nabi SAW mengajarkan pada kita doa :

 "Allahumma inni a 'udzubika minal 'ajzi wal kasl....."

Jika kita terus berusaha bangun, maka yakinlah orang-orang yang semula menonton itu tidak akan lagi berfikir mengapa kita terjatuh, tetapi mereka akan bergabung bersama kita untuk menjulurkan tangannya untuk membantu kita bangun. Kita harus tunjukkan pada semua orang bahwa kita adalah seseorang yang cepat belajar, bisa segera sadar jika ada kesalahan, juga pintar dalam recovery.

Masih inget tentang perang Uhud 70 sahabat syahid, bukan karena kehebatan musuh, tetapi karena keteledoran pasukan pemanah. Tetapi Rosul tidak menegur mereka saat mereka melakukan kesalahan. 3 hari setelah itu nabi kirim pasukan ke qabilah-qabilah diskitar Madinah yang sudah menunjukkan gejala melepas diri dari madinah karena mereka berfikir Madinah sudah lemah, sudah habis.. Tapi Nabi tidak mau memberi ruang dan waktu bagi mereka untuk berfikir melepaskan diri..

Fakta-fakta tersebut telah ada dalam Sirah Nabawi. Fakta fakta tersebut ada bukan hanya untuk kita kuasai, akan tetapi untuk mengambil hikmah-hikmah, mengambil pelajaran-pelajaran dari Fakta tersebut.

Apakah kita akan terfokus pada apa yang telah terjadi tersebut, atau fokus apa yang akan kita lakukan setelahnya ? Apa kita akan fokus pada Musibah (terjatuh) yang telah terjadi kita akan fokus pada bagaimana kita bangkit dan  lakukan setelahnya ?

Satu-satunya cara untuk menghilangkan musibah dalam pikiran kita adalah dengan melupakannya. Kita tidak punya waktu untuk dikasihani. Jangan sampai energi kita habis hanya untuk menyesali diri.. Salurkan energi kita untuk perbaharui diri. Sekaranglah waktunya kita untuk memperbaiki diri.



Saturday, 2 February 2013

Waktu tidak dapat berulang kembali, akan tetapi zaman itu dapat berulang kembali. Satu episode perjuangan Rasulullah yang terkenal mengagetkan sahabat-sahabat beliau, yaitu Perjanjian Hudaibiyah. Dari mana hal ini kita pahami? Mari kita selami sekilas tentang perjanjian Hudaibiyah.

Perjanjian ini timbul ketika Rasulullah hendak menunaikan Haji ke Mekah, akan tetapi niat baik Rasulullah tersebut dihalang halangi oleh Quraisy. Setelah melalui ketegangan dan perundingan yang melelahkan akhirnya tercapai perjanjian antara kaum Muslimin dengan Quraisy yang kemudian dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).” [QS. al Fath : 1-3]

Kebanyakan Mufassirin menyebutkan ayat ini berkaitan dengan Perjanjian Hudaibiyah. Dan memang ayat ini turun ketika Rombongan Rasulullah kembali ke madinah/tidak jadi menunaikan ibadah umrah.

 Isi dari perjanjian ringkasnya :

  1. Nabi Muhammad meng-iyakan namanya didasari dengan nasab, bukan dengan status Rasul Allah. 
  2. Basmalah sebagai sebuah etika risalah beliau juga ditolak oleh utusan Quraisy, dan Rasulullah mengalah. 
  3. Disepakati gencatan senjata, tidak boleh saling menyerang antara kedua belah pihak selama 10 tahun 
  4. Pihak Rasulullah harus kembali ke Madinah alias tidak boleh melaksanakan Umrah, tapi boleh umrah tahun depan. 
  5. Bila ada pihak Quraisy yang menyeberang ke madinah (masuk Islam) tanpa persetujuan walinya , maka ia harus dikembalikan kepada Quraisy. 
  6. Sebaliknya bila ada pihak Muhammad dari madinah yang menyeberang ke pihak Quraisy maka tidak akan di kembalikan ke madinah 
  7. Tidak lupa kisah yang sangat dramatis dari Abu Jandal, orang pertama yang harus dikembalikan, saat itu pula harus dikembalikan ke pihak Quraisy. 

 Memang, secara Lahiriyah perjanjian tersebut nampaknya sangat merugikan kaum Muslimin. Akan tetapi keuntungan Justru ada di pihak kaum muslimin. Apa sajakah keuntungan dari perjanjian Hudaibiyah ini ?

  • Dengan adanya perjanjian tersebut, berarti adanya pengakuan dari Quraisy tentang Negara Madinah, dimana mereka beranggapan Rasulullah dan sahabatnya adalah para desersi yang harus di musnahkan
  • Adanya kesetaraan antara Mekah yang merupakan sebuah negeri yang besar dan Madinah yang merupakan negeri yang kecil
  • Melemahkan barisan yang paling kuat dan paling memusuhi Rasulullah, sehingga Rasulullah dapat lebih berkonsentrasi dalam menata dan mengembangkan negeri Madinah tanpa gangguan Quraisy
  • Memberikan kesempatan kepada Suku yang Pro untuk masuk kedalam barisan Rasulullah. Sehingga kekuatan kaum Muslimin semakin kuat
  • Jika ada orang yang lari dari Quraisy ke Madinah, maka secara Mental, Moral dan semangat ia adalah orang-orang yang hebat, karena itu tidak masalah jika harus dikembalikan ke Mekah.
  • Jika ada kaum Muslimin yang murtad dan kemudian menetap di Mekah adalah hal yang sangat menguntungkan. Karena dengan demikian dalam barisan Rasulullah dapat dibersihkan dari para penghianat dan orang orang yang lemah semangat Juangnya
Inilah suatu perjanjian yang menghantarkan kepada Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekah /Kemenangan atas Mekah). Singkat cerita, pada bulan Qzulqa'dah tahun 7 Hijriah Rasulullah masuk Mekah dan Umrah di Baitullah sebagaimana yang telah diperjanjikan. Pada umrah ini, Rasulullah menunjukan kekuatan dan soliditas kaum Muslimin di hadapan Quraisy.

Akan tetapi setelah itu, Quraisy dan Bani Bakar sudah melakukan penghianatan yaitu menyerang sekutu Rasulullah Bani Khuza'ah. Abu Sufyan pun panik dan berusaha menemui Rasulullah untuk berunding, akan tetapi diabaikan oleh Rasulullah. Kemudian menemui para Sahabat, dan diabaikan pula.

Pada Bulan Ramadhan Rasulullah berangkat ke Mekah dengan 10.000 Pasukannya. Tanpa rintangan yang berarti akhirnya kaum Muslimin dapat menaklukan Mekah. Lalu Rasulullah dan Para sahabat membersihkan Kabah dengan menghancurkan berhala yang ada disekelilingnya. Bilal mengumandangkan Adzan dan Rasulullah berserta sahabatnya akhirnya dengan leluasa dapat melaksanakan shalat dan Ibadah di Baitullah. Benar benar kemenangan yang luar biasa.

apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, Dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (An Nashr :1-3)

Sumber :
http://www.dakwatuna.com/2011/09/11897/kemenangan-besar-itu-bernama-perjanjian-hudaibiyah/
Buku : Rasulullah -Way of Managing People- (Hal 205 - 208)

Waktu tidak dapat berulang kembali, akan tetapi zaman itu dapat berulang kembali. Satu episode perjuangan Rasulullah yang terkenal mengagetkan sahabat-sahabat beliau, yaitu Perjanjian Hudaibiyah. Dari mana hal ini kita pahami? Mari kita selami sekilas tentang perjanjian Hudaibiyah.

Perjanjian ini timbul ketika Rasulullah hendak menunaikan Haji ke Mekah, akan tetapi niat baik Rasulullah tersebut dihalang halangi oleh Quraisy. Setelah melalui ketegangan dan perundingan yang melelahkan akhirnya tercapai perjanjian antara kaum Muslimin dengan Quraisy yang kemudian dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).” [QS. al Fath : 1-3]

Kebanyakan Mufassirin menyebutkan ayat ini berkaitan dengan Perjanjian Hudaibiyah. Dan memang ayat ini turun ketika Rombongan Rasulullah kembali ke madinah/tidak jadi menunaikan ibadah umrah.

 Isi dari perjanjian ringkasnya :

  1. Nabi Muhammad meng-iyakan namanya didasari dengan nasab, bukan dengan status Rasul Allah. 
  2. Basmalah sebagai sebuah etika risalah beliau juga ditolak oleh utusan Quraisy, dan Rasulullah mengalah. 
  3. Disepakati gencatan senjata, tidak boleh saling menyerang antara kedua belah pihak selama 10 tahun 
  4. Pihak Rasulullah harus kembali ke Madinah alias tidak boleh melaksanakan Umrah, tapi boleh umrah tahun depan. 
  5. Bila ada pihak Quraisy yang menyeberang ke madinah (masuk Islam) tanpa persetujuan walinya , maka ia harus dikembalikan kepada Quraisy. 
  6. Sebaliknya bila ada pihak Muhammad dari madinah yang menyeberang ke pihak Quraisy maka tidak akan di kembalikan ke madinah 
  7. Tidak lupa kisah yang sangat dramatis dari Abu Jandal, orang pertama yang harus dikembalikan, saat itu pula harus dikembalikan ke pihak Quraisy. 

 Memang, secara Lahiriyah perjanjian tersebut nampaknya sangat merugikan kaum Muslimin. Akan tetapi keuntungan Justru ada di pihak kaum muslimin. Apa sajakah keuntungan dari perjanjian Hudaibiyah ini ?

  • Dengan adanya perjanjian tersebut, berarti adanya pengakuan dari Quraisy tentang Negara Madinah, dimana mereka beranggapan Rasulullah dan sahabatnya adalah para desersi yang harus di musnahkan
  • Adanya kesetaraan antara Mekah yang merupakan sebuah negeri yang besar dan Madinah yang merupakan negeri yang kecil
  • Melemahkan barisan yang paling kuat dan paling memusuhi Rasulullah, sehingga Rasulullah dapat lebih berkonsentrasi dalam menata dan mengembangkan negeri Madinah tanpa gangguan Quraisy
  • Memberikan kesempatan kepada Suku yang Pro untuk masuk kedalam barisan Rasulullah. Sehingga kekuatan kaum Muslimin semakin kuat
  • Jika ada orang yang lari dari Quraisy ke Madinah, maka secara Mental, Moral dan semangat ia adalah orang-orang yang hebat, karena itu tidak masalah jika harus dikembalikan ke Mekah.
  • Jika ada kaum Muslimin yang murtad dan kemudian menetap di Mekah adalah hal yang sangat menguntungkan. Karena dengan demikian dalam barisan Rasulullah dapat dibersihkan dari para penghianat dan orang orang yang lemah semangat Juangnya
Inilah suatu perjanjian yang menghantarkan kepada Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekah /Kemenangan atas Mekah). Singkat cerita, pada bulan Qzulqa'dah tahun 7 Hijriah Rasulullah masuk Mekah dan Umrah di Baitullah sebagaimana yang telah diperjanjikan. Pada umrah ini, Rasulullah menunjukan kekuatan dan soliditas kaum Muslimin di hadapan Quraisy.

Akan tetapi setelah itu, Quraisy dan Bani Bakar sudah melakukan penghianatan yaitu menyerang sekutu Rasulullah Bani Khuza'ah. Abu Sufyan pun panik dan berusaha menemui Rasulullah untuk berunding, akan tetapi diabaikan oleh Rasulullah. Kemudian menemui para Sahabat, dan diabaikan pula.

Pada Bulan Ramadhan Rasulullah berangkat ke Mekah dengan 10.000 Pasukannya. Tanpa rintangan yang berarti akhirnya kaum Muslimin dapat menaklukan Mekah. Lalu Rasulullah dan Para sahabat membersihkan Kabah dengan menghancurkan berhala yang ada disekelilingnya. Bilal mengumandangkan Adzan dan Rasulullah berserta sahabatnya akhirnya dengan leluasa dapat melaksanakan shalat dan Ibadah di Baitullah. Benar benar kemenangan yang luar biasa.

apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, Dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (An Nashr :1-3)

Sumber :
http://www.dakwatuna.com/2011/09/11897/kemenangan-besar-itu-bernama-perjanjian-hudaibiyah/
Buku : Rasulullah -Way of Managing People- (Hal 205 - 208)

Wednesday, 30 January 2013

Sumber Gambar
Ada 3 orang yang terkena penyakit BBB, yaitu penyakit Belang, Botak dan Buta.  Suatu ketika Allah menguji mereka, diutuslah Malaikat untuk menguji mereka. Malaikat itu, pertama-tama mendatangi si Belang, dan bertanya "Apakah yang paling kamu inginkan ?" Si Belang menjawab "Aku menginginkan paras yang tampan, kulit yang bagus, serta hilangnya penyakitku yang membuat orang jijik terhadapku". Malaikat itu kemudian mengusap si Belang, dan terjadilah apa yang diinginkannya. Kemudian bertanya kembali "Harta apakah yang paling kamu senangi ?" si Belang menjawab "Unta". Kemudian diberilah unta yang sedang hamil 10 bulan, seraya berkata "Semoga Allah memberi berkah atas rahmat yang kamu terima".

Kemudian Malaikat itu mendatangi si Botak dan bertanya "Apakah yang paling kamu inginkan ?". si Botak menjawab "Rambut yang rapi, dan hilangnya penyakitku yang membuat orang jijik terhadapku" Malaikat itu kemudian mengusap si Botak, dan terjadilah apa yang diinginkannya. Kemudian bertanya kembali "Harta apakah yang paling kamu senangi ?" si Belang menjawab "Sapi". Kemudian diberilah sapi yang sedang hamil, seraya berkata "Semoga Allah memberi berkah atas rahmat yang kamu terima".

Selanjutnya, malaikat itu mendatangi si Buta dan bertanya "Apakah yang paling kamu inginkan ?". si Buta menjawab "Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang" Malaikat itu kemudian mengusap si Buta, dan terjadilah apa yang diinginkannya. Kemudian bertanya kembali "Harta apakah yang paling kamu senangi ?" si Buta menjawab "Kambing". Kemudian diberilah kambing yang sedang hamil, seraya berkata "Semoga Allah memberi berkah atas rahmat yang kamu terima".

Beberapa tahun kemudian, unta, sapi dan kambing itu berkembang biak dan akhirnya memenuhi satu lapangan(lembah). Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Kemudian Malaikat itu mendatangi ketiga orang itu. Pertama, ia menemui si Belang, dengan menyerupai keadaan si Belang seperti semula, dan berkata "“Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini.

Orang yang tadinya belang itu menanggapi, “Hak-hak orang masih banyak.” Lalu malaikat bertanya kepadanya, “Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga fakir, kemudian Anda diberi oleh Allah?” Orang itu menjawab, “Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku.” Maka malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”.

Kemudian, Malaikat itupun mendatangi si Botak, seperti keadaan si Botak semula, dan berkata seperti apa yang dikatakan kepada si Belang. Si botak pun menjawab seperti si Belang.  Kemudian malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”

 Kemudian, Malaikat itupun mendatangi si Buta, seperti keadaan si Buta semula, dan berkata seperti apa yang dikatakan kepada si Belang dan si Botak. akan tetapi, jawaban dari si Buta ini, berbeda dari kedua temennya semula. Dia menjawab "Aku dahulu adalah orang buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatan aku. Maka ambilah apa yang kamu inginkan, dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu senangi. 

Lalu malaikat berkata kepadanya, “Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu.”

Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya, dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada tiga hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan, penampilan fisik, dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muraqabatullah).
Semoga Allah senantiasa ridha dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin.


Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim


Sumber Gambar
Ada 3 orang yang terkena penyakit BBB, yaitu penyakit Belang, Botak dan Buta.  Suatu ketika Allah menguji mereka, diutuslah Malaikat untuk menguji mereka. Malaikat itu, pertama-tama mendatangi si Belang, dan bertanya "Apakah yang paling kamu inginkan ?" Si Belang menjawab "Aku menginginkan paras yang tampan, kulit yang bagus, serta hilangnya penyakitku yang membuat orang jijik terhadapku". Malaikat itu kemudian mengusap si Belang, dan terjadilah apa yang diinginkannya. Kemudian bertanya kembali "Harta apakah yang paling kamu senangi ?" si Belang menjawab "Unta". Kemudian diberilah unta yang sedang hamil 10 bulan, seraya berkata "Semoga Allah memberi berkah atas rahmat yang kamu terima".

Kemudian Malaikat itu mendatangi si Botak dan bertanya "Apakah yang paling kamu inginkan ?". si Botak menjawab "Rambut yang rapi, dan hilangnya penyakitku yang membuat orang jijik terhadapku" Malaikat itu kemudian mengusap si Botak, dan terjadilah apa yang diinginkannya. Kemudian bertanya kembali "Harta apakah yang paling kamu senangi ?" si Belang menjawab "Sapi". Kemudian diberilah sapi yang sedang hamil, seraya berkata "Semoga Allah memberi berkah atas rahmat yang kamu terima".

Selanjutnya, malaikat itu mendatangi si Buta dan bertanya "Apakah yang paling kamu inginkan ?". si Buta menjawab "Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang" Malaikat itu kemudian mengusap si Buta, dan terjadilah apa yang diinginkannya. Kemudian bertanya kembali "Harta apakah yang paling kamu senangi ?" si Buta menjawab "Kambing". Kemudian diberilah kambing yang sedang hamil, seraya berkata "Semoga Allah memberi berkah atas rahmat yang kamu terima".

Beberapa tahun kemudian, unta, sapi dan kambing itu berkembang biak dan akhirnya memenuhi satu lapangan(lembah). Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Kemudian Malaikat itu mendatangi ketiga orang itu. Pertama, ia menemui si Belang, dengan menyerupai keadaan si Belang seperti semula, dan berkata "“Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini.

Orang yang tadinya belang itu menanggapi, “Hak-hak orang masih banyak.” Lalu malaikat bertanya kepadanya, “Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga fakir, kemudian Anda diberi oleh Allah?” Orang itu menjawab, “Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku.” Maka malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”.

Kemudian, Malaikat itupun mendatangi si Botak, seperti keadaan si Botak semula, dan berkata seperti apa yang dikatakan kepada si Belang. Si botak pun menjawab seperti si Belang.  Kemudian malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”

 Kemudian, Malaikat itupun mendatangi si Buta, seperti keadaan si Buta semula, dan berkata seperti apa yang dikatakan kepada si Belang dan si Botak. akan tetapi, jawaban dari si Buta ini, berbeda dari kedua temennya semula. Dia menjawab "Aku dahulu adalah orang buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatan aku. Maka ambilah apa yang kamu inginkan, dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu senangi. 

Lalu malaikat berkata kepadanya, “Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu.”

Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya, dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada tiga hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan, penampilan fisik, dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muraqabatullah).
Semoga Allah senantiasa ridha dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin.


Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim


Tuesday, 29 January 2013

“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya”. (HR. Muslim) 

Syukur dan sabar, merupakan 2 hal yang harus diterapkan dalam hal kita menyikapi suatu persoalan. Jika kita mendapat kesenangan, maka bersyukurlah, yang dengannya nikmat atas kesenangan itu akan ditambahkan oleh Allah Swt. Dan jika ditimpa kesusahan maka bersabarlah, yang dengannya diberikanlah kabar gembira.

dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S Al Baqarah : 155)

Dengan sabar juga, kita bisa jadikan sebagai penolong kita, sebagaimana diabadikan dalam surat Al Baqarah ayat 153 "Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". 

Bisa juga menjadi jalan ke Surga. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa ada seorang Wanita hitam yang datang menemui Rasulullah dan berkata, ‘Ya Rasulullah, aku mengidap penyakit ayan/sawan yang menyebabkan auratku terbuka, doakanlah untukku ya Rasulullah.’ Rasulullah berkata kepadanya, ‘Jika kamu mau bersabarlah dan kamu akan masuk syurga dan jika kamu juga mau, aku akan meminta Allah menyembuhkan penyakitmu itu.’ Wanita itu berkata, ‘Aku akan terus bersabar.’ Dan dia menambah, ‘Tetapi auratku akan terbuka karenanya, jadi mintalah kepada Allah untuku agar auratku terpelihara.’ Rasulullah pun mendoakannya untuk itu.

Atau dengannya (Sabar) memberikan kita pilihan untuk memilih Bidadari yang cantik Jelita sesuai dengan yang diinginkan, sebagaimana telah diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi,


Dari Mu’adz ibn Anas Rodiallohu 'anhu ; “Barangsiapa mampu menahan amarah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk, kemudian ia diminta untuk memilih Bidadari yang cantik jelita sesuai dengan yang diinginkannya.

Sabar mempunyai banyak manfaatnya, mulai dari mendapat kabar gembira, sebagai penolong, jalan menuju Surga dan juga diberikannya Bidadari yang cantik jelita :D

Sudahkan Saya, anda, kita, mencoba untuk bersabar ?
Sumber : Riyadhun Shalihin

“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya”. (HR. Muslim) 

Syukur dan sabar, merupakan 2 hal yang harus diterapkan dalam hal kita menyikapi suatu persoalan. Jika kita mendapat kesenangan, maka bersyukurlah, yang dengannya nikmat atas kesenangan itu akan ditambahkan oleh Allah Swt. Dan jika ditimpa kesusahan maka bersabarlah, yang dengannya diberikanlah kabar gembira.

dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S Al Baqarah : 155)

Dengan sabar juga, kita bisa jadikan sebagai penolong kita, sebagaimana diabadikan dalam surat Al Baqarah ayat 153 "Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". 

Bisa juga menjadi jalan ke Surga. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa ada seorang Wanita hitam yang datang menemui Rasulullah dan berkata, ‘Ya Rasulullah, aku mengidap penyakit ayan/sawan yang menyebabkan auratku terbuka, doakanlah untukku ya Rasulullah.’ Rasulullah berkata kepadanya, ‘Jika kamu mau bersabarlah dan kamu akan masuk syurga dan jika kamu juga mau, aku akan meminta Allah menyembuhkan penyakitmu itu.’ Wanita itu berkata, ‘Aku akan terus bersabar.’ Dan dia menambah, ‘Tetapi auratku akan terbuka karenanya, jadi mintalah kepada Allah untuku agar auratku terpelihara.’ Rasulullah pun mendoakannya untuk itu.

Atau dengannya (Sabar) memberikan kita pilihan untuk memilih Bidadari yang cantik Jelita sesuai dengan yang diinginkan, sebagaimana telah diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi,


Dari Mu’adz ibn Anas Rodiallohu 'anhu ; “Barangsiapa mampu menahan amarah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk, kemudian ia diminta untuk memilih Bidadari yang cantik jelita sesuai dengan yang diinginkannya.

Sabar mempunyai banyak manfaatnya, mulai dari mendapat kabar gembira, sebagai penolong, jalan menuju Surga dan juga diberikannya Bidadari yang cantik jelita :D

Sudahkan Saya, anda, kita, mencoba untuk bersabar ?
Sumber : Riyadhun Shalihin

Monday, 28 January 2013

Masih ingatkah cerita tentang seorang pria yang membunuh 99 orang ? Ya, ini kisah tentang seorang pria yang telah membunuh 99 orang dan ingin bertaubat, yang mana diabadikan didalam Riwayat Bukhari dan Muslim.

Pria yang telah membunuh 99 orang ini, mendatangi Rahib, kemudian ia bertanya "Apakah aku bisa bertaubat ?". Ternyata pendeta (Rahib) itu menjawab "Tidak", kemudian dibunuh lah Rahib tersebut, dan menjadi genap 100 orang yang telah dibunuhnya.

Lalu, ia mendatangi seorang Alim, kemudian ia bercerita bahwa ia telah membunuh 100 orang, lalu bertanya "Apakah aku bisa bertaubat ?" Sang Alim pun menjawab "Ya, Tentu. Siapakah yang akan menghalangi orang untuk bertaubat ?" Disuruhlah berhijrah ke kota lain sang Pria itu untuk meninggalkan kotanya, dan diperjalanan ia pun meninggal dunia.

Kemudian, berselisihlah antara Malaikat Rahmat dengan Malaikat Azab tentang Pria itu. Siapakah yang lebih berhak atas rohnya. Malaikat Rahmat beralasan " Orang ini datang dalam keadaan bertaubat, dan menghadapkan hatinya hanya kepada Allah". Sedangkan Malaikat Azab beralasan "Orang ini tidak pernah melakukan amal baik". 

Diukurlah jarak dari kota asal dengan tempat ia meninggal, dan jarak tempat ia meninggal dan kota tujuan. Dan ternyata hanya beda satu jengkal antara keduanya, yang mana lebih dekat dengan kota tujuan. Maka malaikat Rahmat lah yang berhak membawa roh tersebut.

Taubat. Taubat pria itu diterima oleh Allah Swt. Sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi "Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung akan menerima taubat seseorang sebelum nyawa sampai ditenggorokan (Sebelum sekarat)" . Kemudian Imam Muslim meriwayatkan bahwa "Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah menerima taubatnya."

Taubat itu wajib dari setiap dosa yang telah dilakukan. Apabila dosa itu (maksiat) antara hamba dengan tuhannya, maka taubatnya itu memiliki 3 syarat, yaitu :

  1. Meninggalkan Maksiat
  2. Menyesali perbuatan Maksiat yang telah dilakukan
  3. Bertekad untuk tidak kembali pada maksiat itu semuanya.

Syarat ini harus terpenuhi semuanya, apabila salah satu tidak terpenuhi, maka taubatnya tidak sah. Kemudian jika maksiat ini berhubungan dengan manusia, maka syaratnya ada 4, 3 yang atas dan "membebaskan dari dari hak orang lain"

Mari perbaharui taubat kita dengan senantiasa meminta ampunan dariNya. Rasulullah saja membaca Istighfar dan bertaubat kepadaNya lebih dari tujuh puluh kali. Diriwayat lain, kita diperintahkan untuk bertaubat dan memohon ampun kepadaNya 100 kali.

Sudahkan anda bertaubat dan beristighfar hari ini ? :D

Sumber : Riyadus Shalihin  (Imam Nawawi)

Masih ingatkah cerita tentang seorang pria yang membunuh 99 orang ? Ya, ini kisah tentang seorang pria yang telah membunuh 99 orang dan ingin bertaubat, yang mana diabadikan didalam Riwayat Bukhari dan Muslim.

Pria yang telah membunuh 99 orang ini, mendatangi Rahib, kemudian ia bertanya "Apakah aku bisa bertaubat ?". Ternyata pendeta (Rahib) itu menjawab "Tidak", kemudian dibunuh lah Rahib tersebut, dan menjadi genap 100 orang yang telah dibunuhnya.

Lalu, ia mendatangi seorang Alim, kemudian ia bercerita bahwa ia telah membunuh 100 orang, lalu bertanya "Apakah aku bisa bertaubat ?" Sang Alim pun menjawab "Ya, Tentu. Siapakah yang akan menghalangi orang untuk bertaubat ?" Disuruhlah berhijrah ke kota lain sang Pria itu untuk meninggalkan kotanya, dan diperjalanan ia pun meninggal dunia.

Kemudian, berselisihlah antara Malaikat Rahmat dengan Malaikat Azab tentang Pria itu. Siapakah yang lebih berhak atas rohnya. Malaikat Rahmat beralasan " Orang ini datang dalam keadaan bertaubat, dan menghadapkan hatinya hanya kepada Allah". Sedangkan Malaikat Azab beralasan "Orang ini tidak pernah melakukan amal baik". 

Diukurlah jarak dari kota asal dengan tempat ia meninggal, dan jarak tempat ia meninggal dan kota tujuan. Dan ternyata hanya beda satu jengkal antara keduanya, yang mana lebih dekat dengan kota tujuan. Maka malaikat Rahmat lah yang berhak membawa roh tersebut.

Taubat. Taubat pria itu diterima oleh Allah Swt. Sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi "Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung akan menerima taubat seseorang sebelum nyawa sampai ditenggorokan (Sebelum sekarat)" . Kemudian Imam Muslim meriwayatkan bahwa "Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah menerima taubatnya."

Taubat itu wajib dari setiap dosa yang telah dilakukan. Apabila dosa itu (maksiat) antara hamba dengan tuhannya, maka taubatnya itu memiliki 3 syarat, yaitu :

  1. Meninggalkan Maksiat
  2. Menyesali perbuatan Maksiat yang telah dilakukan
  3. Bertekad untuk tidak kembali pada maksiat itu semuanya.

Syarat ini harus terpenuhi semuanya, apabila salah satu tidak terpenuhi, maka taubatnya tidak sah. Kemudian jika maksiat ini berhubungan dengan manusia, maka syaratnya ada 4, 3 yang atas dan "membebaskan dari dari hak orang lain"

Mari perbaharui taubat kita dengan senantiasa meminta ampunan dariNya. Rasulullah saja membaca Istighfar dan bertaubat kepadaNya lebih dari tujuh puluh kali. Diriwayat lain, kita diperintahkan untuk bertaubat dan memohon ampun kepadaNya 100 kali.

Sudahkan anda bertaubat dan beristighfar hari ini ? :D

Sumber : Riyadus Shalihin  (Imam Nawawi)

Monday, 14 January 2013

Didalam perkuliahan Etika Profesi ada pembahasan mengenai larangan bagi PNS, yaitu salah satunya pengenai dunia Perpolitikan. Larangan ini terdapat di Pasal 4 ayat (12-15) PP no 53 Tahun 2010. Larangan tersebut adalah :

  1. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: a. ikut serta sebagai pelaksana kampanye; b. menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS; c. sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain; d. sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara;
  2. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: a. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye; b. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat;
  3. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan;
  4. Memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, dengan cara: a. terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah; b. menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye; c. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye; dan/atau d. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat. 
Intinya,  (1) ikut serta  sebagai PELAKSANA kampanye. (2) menjadi peserta kampanye dengan memakai atribut PNS. (3) mengerahkan PNS lain. (4) menggunakan fasilitas Negara. (5) membuat keputusan yang menguntungkan/merugikan salah satu competitor. (6) mengadakan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan terhadap pilihan tertentu kepada PNS dalam lingkungan unit kerja, anggota keluarga, dan masyarakat. (7) memberikan surat dukungan disertai foto kopi KTP (untuk DPD dan calon independen).

Lantas, seperti apakah yang dikatakan dengan Kampanye ?  Dikutip dari UU 8/2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Kampanye pemilu adalah kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program peserta pemilu. Dalam sebuah versi lain (KPUD Jakarta) disebutkan unsur kampanye ada empat, yaitu penyampaian visi-misi, adanya alat peraga, dilakukan oleh timses, dan dilaksanakan dalam periode kampanye. Empat unsur tersebut menjadi satu kesatuan.

Kemudian, timbul pertanyaan apakah jika tidak memenuhi syarat tersebut tidak bisa dikatakan kampanye? tidak kena hukuman ? ya, tentu saja. Syarat itu harus terpenuhi. Karena Pada kenyataannya, hukum bukanlah tentang rasa-merasa, tapi tentang hitam di atas putih. 

Jika ada yang menuduh PNS sebagai anggota/pengurus parpol, bukankah penuduh yang harus membuktikannya? Bawalah bukti Kartu Anggota atau apapun yang bisa menunjukkan posisinya dalam parpol.
Simpatisan parpol? Ngeshare via Status FB, di Twitter dan dunia Maya. Adakah ini aturannya? Yang diatur dalam peraturan yang ada hanyalah menjadi anggota dan/atau pengurus. Bukankah simpati itu urusan hati?

Bagaimana dengan kader? Menurut saya sama saja dengan simpatisan selama tidak memiliki bukti hitam di atas putih yang menunjukkan bahwa parpol mengakui ybs sebagai anggotanya. Bukankah parpol juga tak menginginkan ada orang-orang yang mengaku diri sebagai bagian dari parpol tersebut?

Pengen lebih mantap, atau lebih jelas, monggo ke Sumber Aslinya :
http://awanni.blogspot.com/2012/12/pns-kampanye-dan-partai-politik-1.html
http://awanni.blogspot.com/2012/12/pns-kampanye-dan-partai-politik-2.html
http://awanni.blogspot.com/2013/01/pns-kampanye-dan-partai-politik-3.html



Didalam perkuliahan Etika Profesi ada pembahasan mengenai larangan bagi PNS, yaitu salah satunya pengenai dunia Perpolitikan. Larangan ini terdapat di Pasal 4 ayat (12-15) PP no 53 Tahun 2010. Larangan tersebut adalah :

  1. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara: a. ikut serta sebagai pelaksana kampanye; b. menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS; c. sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain; d. sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara;
  2. Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: a. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye; b. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat;
  3. Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan;
  4. Memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, dengan cara: a. terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah; b. menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye; c. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye; dan/atau d. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat. 
Intinya,  (1) ikut serta  sebagai PELAKSANA kampanye. (2) menjadi peserta kampanye dengan memakai atribut PNS. (3) mengerahkan PNS lain. (4) menggunakan fasilitas Negara. (5) membuat keputusan yang menguntungkan/merugikan salah satu competitor. (6) mengadakan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan terhadap pilihan tertentu kepada PNS dalam lingkungan unit kerja, anggota keluarga, dan masyarakat. (7) memberikan surat dukungan disertai foto kopi KTP (untuk DPD dan calon independen).

Lantas, seperti apakah yang dikatakan dengan Kampanye ?  Dikutip dari UU 8/2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Kampanye pemilu adalah kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program peserta pemilu. Dalam sebuah versi lain (KPUD Jakarta) disebutkan unsur kampanye ada empat, yaitu penyampaian visi-misi, adanya alat peraga, dilakukan oleh timses, dan dilaksanakan dalam periode kampanye. Empat unsur tersebut menjadi satu kesatuan.

Kemudian, timbul pertanyaan apakah jika tidak memenuhi syarat tersebut tidak bisa dikatakan kampanye? tidak kena hukuman ? ya, tentu saja. Syarat itu harus terpenuhi. Karena Pada kenyataannya, hukum bukanlah tentang rasa-merasa, tapi tentang hitam di atas putih. 

Jika ada yang menuduh PNS sebagai anggota/pengurus parpol, bukankah penuduh yang harus membuktikannya? Bawalah bukti Kartu Anggota atau apapun yang bisa menunjukkan posisinya dalam parpol.
Simpatisan parpol? Ngeshare via Status FB, di Twitter dan dunia Maya. Adakah ini aturannya? Yang diatur dalam peraturan yang ada hanyalah menjadi anggota dan/atau pengurus. Bukankah simpati itu urusan hati?

Bagaimana dengan kader? Menurut saya sama saja dengan simpatisan selama tidak memiliki bukti hitam di atas putih yang menunjukkan bahwa parpol mengakui ybs sebagai anggotanya. Bukankah parpol juga tak menginginkan ada orang-orang yang mengaku diri sebagai bagian dari parpol tersebut?

Pengen lebih mantap, atau lebih jelas, monggo ke Sumber Aslinya :
http://awanni.blogspot.com/2012/12/pns-kampanye-dan-partai-politik-1.html
http://awanni.blogspot.com/2012/12/pns-kampanye-dan-partai-politik-2.html
http://awanni.blogspot.com/2013/01/pns-kampanye-dan-partai-politik-3.html



Friday, 11 January 2013

Tidak dapat dipungkiri lagi, kita hidup dengan berbagai peran. Kita berperan sebagai Diri sendiri, berperan sebagai anak atau Orang tua dalam keluarga, berperan sebagai anggota masyarakat, Bangsa dan Negara, dan tentu berperan sebagai Muslim.

Peran kita sebagai diri sendiri, itu menuntut hak-hak diri ini terpenuhi, dan memenuhi kewajiban yang ada. Kemudian sebagai Anak, kalo ditanya soal anak yang durhaka atau anak yang berbakti, tentu tidak akan ada orang yang mau disebut sebagai anak yang durhaka, yang pasti, semuanya ingin menjadi anak yang berbakti, Akan tetapi, sudahkah kita penuhi hak-hak orang tua kita, berbakti kepada kedua orang tua kita ?

Sebagai anggota Masyarakat, tentu kita Ingin menjadi anggota masyarakat, yang dicintai masyarakat, bukannya dibenci oleh masyarakat. Akan tetapi sudahkah kita melakukan apa-apa yang dapat membuat masyarakat cinta terhadap kita ? Begitu pula dengan Bangsa dan Negara.

Ya, sama halnya ketika kita ditanya sebagai seorang Muslim. Tentu tidak akan ada orang Muslim, yang mau dikatakan Kafir atau Islam KTP dan lain lain. Akan tetapi, apakah kita sudah beribadah kepadaNya, melaksanakan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan laranganNya ?

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. 
(Adz Dzariyat :56)

Dan ketika ditanya soal berakal atau tidaknya kita, tentu tidak akan ada orang yang mau dikatakan tidak berakal. Tanda-tanda orang yang berakal itu ada di surat Ali Imran ayat 190

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

Akan tetapi, apakah kita sudah melakukan hal hal yang dilakukan oleh orang orang yang berakal ?

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.(Ali Imran :191)

Pilihan ditangan kita, apakah kita orang yang hanya "ngaku-ngaku" saja, atau emang kita orang yang seperti itu. Jika seperti itu, tentu dilakuin donk, apa-apa yang harus dilakukan untuk menjadi  seperti itu .
So, tunggu apa lagi, "Bekerja lah!" Lets do it!





Tidak dapat dipungkiri lagi, kita hidup dengan berbagai peran. Kita berperan sebagai Diri sendiri, berperan sebagai anak atau Orang tua dalam keluarga, berperan sebagai anggota masyarakat, Bangsa dan Negara, dan tentu berperan sebagai Muslim.

Peran kita sebagai diri sendiri, itu menuntut hak-hak diri ini terpenuhi, dan memenuhi kewajiban yang ada. Kemudian sebagai Anak, kalo ditanya soal anak yang durhaka atau anak yang berbakti, tentu tidak akan ada orang yang mau disebut sebagai anak yang durhaka, yang pasti, semuanya ingin menjadi anak yang berbakti, Akan tetapi, sudahkah kita penuhi hak-hak orang tua kita, berbakti kepada kedua orang tua kita ?

Sebagai anggota Masyarakat, tentu kita Ingin menjadi anggota masyarakat, yang dicintai masyarakat, bukannya dibenci oleh masyarakat. Akan tetapi sudahkah kita melakukan apa-apa yang dapat membuat masyarakat cinta terhadap kita ? Begitu pula dengan Bangsa dan Negara.

Ya, sama halnya ketika kita ditanya sebagai seorang Muslim. Tentu tidak akan ada orang Muslim, yang mau dikatakan Kafir atau Islam KTP dan lain lain. Akan tetapi, apakah kita sudah beribadah kepadaNya, melaksanakan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan laranganNya ?

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. 
(Adz Dzariyat :56)

Dan ketika ditanya soal berakal atau tidaknya kita, tentu tidak akan ada orang yang mau dikatakan tidak berakal. Tanda-tanda orang yang berakal itu ada di surat Ali Imran ayat 190

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

Akan tetapi, apakah kita sudah melakukan hal hal yang dilakukan oleh orang orang yang berakal ?

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.(Ali Imran :191)

Pilihan ditangan kita, apakah kita orang yang hanya "ngaku-ngaku" saja, atau emang kita orang yang seperti itu. Jika seperti itu, tentu dilakuin donk, apa-apa yang harus dilakukan untuk menjadi  seperti itu .
So, tunggu apa lagi, "Bekerja lah!" Lets do it!





Thursday, 10 January 2013

Berbicara mengenai Nilai-nilai salah satu kementrian, tepatnya kementrian Keuangan, tentu kita masih ingat dengan kelima nilai tersebut. Ada Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan.

Disini, saya hanya akan membicarakan mengenai Kesempurnaan saja. Kesempurnaan yang tercantum dalam nilai-nilai kementrian Keuangan adalah senantiasa melakukan upaya perbaikan di segala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik dengan cara Melakukan perbaikan terus menerus dan mengembangkan inovasi dan kreativitas.

Lantas, bagaimana jika Nilai Kesempurnaan tersebut diterapkan dalam kehidupan seseorang atau kehidupan sehari hari. Ternyata, jauh sebelum negara Ini terbentuk, jauh sebelum Kementrian Keuangan ini terbentuk, dan jauh sebelum nilai ini dibuat, Al Quran telah memberikan gambaran yang jelas tentang kesempurnaan ini, dan memerintahkan kita untuk senantiasa menerapkan nilai kesempurnaan dalam kehidupan sehari hari.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al Hasr : 18)


Nabi saw pernah mengatakan bahwa "Siapa yang hari ini sama seperti hari kemarin maka dia orang merugi. Siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung. Maka siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat"

Ini merupakan motivasi hidup yang diberikan oleh Allah dan Rasulnya agar manusia itu selalu berusaha lebih baik.Selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik yang kita bisa. Berbuat semaksimal mungkin supaya bisa bermanfaat kepada orang lain ?

Sudah siap untuk melakukan perbaikan diri ?

Berbicara mengenai Nilai-nilai salah satu kementrian, tepatnya kementrian Keuangan, tentu kita masih ingat dengan kelima nilai tersebut. Ada Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan.

Disini, saya hanya akan membicarakan mengenai Kesempurnaan saja. Kesempurnaan yang tercantum dalam nilai-nilai kementrian Keuangan adalah senantiasa melakukan upaya perbaikan di segala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik dengan cara Melakukan perbaikan terus menerus dan mengembangkan inovasi dan kreativitas.

Lantas, bagaimana jika Nilai Kesempurnaan tersebut diterapkan dalam kehidupan seseorang atau kehidupan sehari hari. Ternyata, jauh sebelum negara Ini terbentuk, jauh sebelum Kementrian Keuangan ini terbentuk, dan jauh sebelum nilai ini dibuat, Al Quran telah memberikan gambaran yang jelas tentang kesempurnaan ini, dan memerintahkan kita untuk senantiasa menerapkan nilai kesempurnaan dalam kehidupan sehari hari.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al Hasr : 18)


Nabi saw pernah mengatakan bahwa "Siapa yang hari ini sama seperti hari kemarin maka dia orang merugi. Siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung. Maka siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat"

Ini merupakan motivasi hidup yang diberikan oleh Allah dan Rasulnya agar manusia itu selalu berusaha lebih baik.Selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik yang kita bisa. Berbuat semaksimal mungkin supaya bisa bermanfaat kepada orang lain ?

Sudah siap untuk melakukan perbaikan diri ?

Tuesday, 8 January 2013

Pernahkah kita memanggil seseorang ? pernahkan kita menyapa seseorang ? baik itu yang sudah dikenal atau belum dikenal ?. Saya kira kita semua pernah memanggil dan menyapa seseorang baik orang itu sudah kita kenal atau belum kita kenal. Lantas, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita memanggil atau menyapa orang yang sudah kita kenal itu atau yang belum kita kenal itu ? Apakah dengan menyebut namanya ? Dengan panggilan atau sapaan terbaik yang diinginkannya ? atau apakah dengan panggilan atau sapaan yang buruk, yang tidak diinginkannya ?

Begitu banyak pertanyaan yang muncul diatas, yang semoga jawaban yang singkat ini bisa menjawab pertanyaan diatas, walaupun kurang komprehensif, dikarenakan ilmu yang dimiliki si empunya blog ini belum mumpuni. :D

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai makhluk sosial, pasti kita selalu berinteraksi dengan sesama manusia. Dalam berinteraksi pasti mula-mula kita menyapa atau memanggil teman, kerabat, sohib, friend dan lain lainnya. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dalam menyapa teman kita tersebut ? apakah dengan panggilan yang baik, atau yang buruk ?

Bila kita termasuk orang yang suka memanggil atau menyapa teman kita dengan panggilan yang buruk, entah itu alasannya karena keakraban atau apalah namanya, berhati-hatilah, jangan sampai kita termasuk di dalam ayat ini, ayat yang terdapat didalam surat Al Hujarah ayat 11

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. 

Pada ayat diatas "janganlah suka mencela dirimu sendiri" ini maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh. Kemudian "(panggilan) yang buruk" maksudnya ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.
Nah loh, udah diperingati tuh, masih mau panggil orang dengan panggilan yang buruk atau yang tidak disukainya ? Buru buru tobat deh #UntukDiriSendiri

Terus, kalau kita termasuk orang yang suka memanggil atau menyapa dengan panggilan atau sapaan yang baik, maka berbanggalah. Karena hal ini telah dibuktikan sendiri oleh Rasulallah SAW. Para Sahabat, bagaimanapun keadaannya selalu betah berada disisi Rasulallah karena Rasulullah menghormati dan menyayangi mereka dengan cara memanggil mereka dengan nama yang disukai, bahkan dengan anak kecil sekalipun.

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata: “Nabi adalah orang yang paling baik akhlaqnya. Aku mempunyai seorang adik yang biasa dipanggil Abu Umair, suatu ketika Nabi datang dan menyapanya. “Wahai Abu Umair, apa yang terjadi dengan Nughair ?” (H.R Bukhori)

Nughair adalah burung kecil yang biasa diajaknya bermain. Ketika burung kecil itu mati, lantas Rasulullah menyapa Abu Umair untuk menghiburnya. Perlu diingat!!! Bahwa kunyah (dibaca: kun-yah) adalah panggilan yang diawali dengan Abu atau Ummu, menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauzy tidak mesti diberikan kepada orang yang sudah mempunyai anak saja. Karena pada hakikatnya kunyah digunakan untuk mengagungkan, memuliakan, dan menghormati orang yang dipanggil.

Kemudian, dibukunya Abbas As-Siisiy yang judulnya "Bagaimana Menyentuh Hati" perkara menghafal nama ini menjadi hal yang penting, karena dari sinilah terjadi interaksi dan lahir sifat saling percaya sesama individu. Setiap orang, tentu akan senang dipanggil namanya, apalagi dengan nama yang paling ia sukai.

Jadi, masih mau manggil orang dengan panggilan yang  buruk ? Idih, enggak banget dah. Seminimal-minimalnya panggil namanya, lebih bagus lagi panggilan yang ia sukai. Bukankah sudah ada contohnya dari Rasulullah ? adakah yang lebih baik ?

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab [33] : 21).

Pernahkah kita memanggil seseorang ? pernahkan kita menyapa seseorang ? baik itu yang sudah dikenal atau belum dikenal ?. Saya kira kita semua pernah memanggil dan menyapa seseorang baik orang itu sudah kita kenal atau belum kita kenal. Lantas, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita memanggil atau menyapa orang yang sudah kita kenal itu atau yang belum kita kenal itu ? Apakah dengan menyebut namanya ? Dengan panggilan atau sapaan terbaik yang diinginkannya ? atau apakah dengan panggilan atau sapaan yang buruk, yang tidak diinginkannya ?

Begitu banyak pertanyaan yang muncul diatas, yang semoga jawaban yang singkat ini bisa menjawab pertanyaan diatas, walaupun kurang komprehensif, dikarenakan ilmu yang dimiliki si empunya blog ini belum mumpuni. :D

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai makhluk sosial, pasti kita selalu berinteraksi dengan sesama manusia. Dalam berinteraksi pasti mula-mula kita menyapa atau memanggil teman, kerabat, sohib, friend dan lain lainnya. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dalam menyapa teman kita tersebut ? apakah dengan panggilan yang baik, atau yang buruk ?

Bila kita termasuk orang yang suka memanggil atau menyapa teman kita dengan panggilan yang buruk, entah itu alasannya karena keakraban atau apalah namanya, berhati-hatilah, jangan sampai kita termasuk di dalam ayat ini, ayat yang terdapat didalam surat Al Hujarah ayat 11

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. 

Pada ayat diatas "janganlah suka mencela dirimu sendiri" ini maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh. Kemudian "(panggilan) yang buruk" maksudnya ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.
Nah loh, udah diperingati tuh, masih mau panggil orang dengan panggilan yang buruk atau yang tidak disukainya ? Buru buru tobat deh #UntukDiriSendiri

Terus, kalau kita termasuk orang yang suka memanggil atau menyapa dengan panggilan atau sapaan yang baik, maka berbanggalah. Karena hal ini telah dibuktikan sendiri oleh Rasulallah SAW. Para Sahabat, bagaimanapun keadaannya selalu betah berada disisi Rasulallah karena Rasulullah menghormati dan menyayangi mereka dengan cara memanggil mereka dengan nama yang disukai, bahkan dengan anak kecil sekalipun.

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata: “Nabi adalah orang yang paling baik akhlaqnya. Aku mempunyai seorang adik yang biasa dipanggil Abu Umair, suatu ketika Nabi datang dan menyapanya. “Wahai Abu Umair, apa yang terjadi dengan Nughair ?” (H.R Bukhori)

Nughair adalah burung kecil yang biasa diajaknya bermain. Ketika burung kecil itu mati, lantas Rasulullah menyapa Abu Umair untuk menghiburnya. Perlu diingat!!! Bahwa kunyah (dibaca: kun-yah) adalah panggilan yang diawali dengan Abu atau Ummu, menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauzy tidak mesti diberikan kepada orang yang sudah mempunyai anak saja. Karena pada hakikatnya kunyah digunakan untuk mengagungkan, memuliakan, dan menghormati orang yang dipanggil.

Kemudian, dibukunya Abbas As-Siisiy yang judulnya "Bagaimana Menyentuh Hati" perkara menghafal nama ini menjadi hal yang penting, karena dari sinilah terjadi interaksi dan lahir sifat saling percaya sesama individu. Setiap orang, tentu akan senang dipanggil namanya, apalagi dengan nama yang paling ia sukai.

Jadi, masih mau manggil orang dengan panggilan yang  buruk ? Idih, enggak banget dah. Seminimal-minimalnya panggil namanya, lebih bagus lagi panggilan yang ia sukai. Bukankah sudah ada contohnya dari Rasulullah ? adakah yang lebih baik ?

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab [33] : 21).

Monday, 7 January 2013

Orang yang mencela kita itu ibarat cermin ajaib. Ia yang memberitahu kelemahan kita. Ia yang menunjukkan kebodohan kita. Ia yang menyadarkan bahwa kita masih punya sisi buruk dan perlu berbenah. Sungguh sangat layak kita berucap terima kasih kepada yang telah mencela kita. 

Terkadang kita juga tidak punya waktu merenungi diri sendiri. Orang yang mencela, menyediakan waktu untuk memperbaiki kita. Ia bersusah payah mencari kata agar ucapannya didengar dan diperhatikan oleh kita. Agar suara itu terdengar oleh kita terkadang ia meminta bantuan orang lain untuk sama-sama menghujat kita. Maka berterima kasihlah kepada orang yang telah rela menyediakan waktu untuk kita. 

Bagaimana kalau ia mencela diri kita tanpa kita ketahui? Bersyukurlah karena itu akan mengurangi dosa kita. Bila dosa-dosa yang ada pada kita sudah habis karena ia cela dan ia tetap mencela maka kebaikan yang ia lakukan akan diberikan kepada kita. Ucapan terima kasih sangat layak diberikan kepada orang yang rela dan bersedia mengurangi dosa kita. 

Itulah, 3 Paragraf terakhir, yang ditulis oleh Motivator Sukses Mulia, Jamil Azzaini pada Websitenya, pada 7 Januari 2013, lengkapnya bisa dibaca disini 

Membaca tiga paragraf diatas, sungguh membuat hari tertegun, tertegun merenungi apa-apa yang telah terlewatkan, apa apa yang telah terlalui dan apa-apa yang telah terjadi. Mungkin, saya atau anda sering menjadi OBJEK yang dicelai or istilahnya Bullyable. Patut senang dan sedih karena keduanya saling keterkaitan. Senang karena ada yang mengingatkan dan mengoreksi, dan sedih karena masih banyak kekurangan, akan tetapi itulah yang mesti kita bentuk, agar kekurangan ini bisa diminimalisir.

Ibarat mempunyai sebuah "jam beker", yang dengannya secara otomatis akan mengingatkan kita akan kekurangan kita, kebodohan kita dan keburukan kita, yang mana kadang kita sendiri kurang mempunyai waktu untuk merenungi keadaan diri sendiri, maka sudah sepatutnya lah kita berterima kasih kepada "jam beker" itu.

Lantas, bagaimana kita menyikapi orang yang mencela kita ?.
Jika ia mencela kekurangan, kebodohan dan keburukan kita, maka kita mesti bebenah akan hal itu, dan berterima kasih. Berbenahlah, atau benahilah dirimu. Urusanmu hanya pada yang maha Kuasa. Urusan celaannya itu, ya urusan dia sama sang Pencipta. Yang penting, kamu tidak seperti orang pencela, yang penting tidak ada yang tersakiti oleh lisanmu, dan yang terpenting Allah Ridho kepadamu.

Untuk semua orang yang senang Mencela, dan Membully, Saya Ucapkan Terima Kasih :D


Orang yang mencela kita itu ibarat cermin ajaib. Ia yang memberitahu kelemahan kita. Ia yang menunjukkan kebodohan kita. Ia yang menyadarkan bahwa kita masih punya sisi buruk dan perlu berbenah. Sungguh sangat layak kita berucap terima kasih kepada yang telah mencela kita. 

Terkadang kita juga tidak punya waktu merenungi diri sendiri. Orang yang mencela, menyediakan waktu untuk memperbaiki kita. Ia bersusah payah mencari kata agar ucapannya didengar dan diperhatikan oleh kita. Agar suara itu terdengar oleh kita terkadang ia meminta bantuan orang lain untuk sama-sama menghujat kita. Maka berterima kasihlah kepada orang yang telah rela menyediakan waktu untuk kita. 

Bagaimana kalau ia mencela diri kita tanpa kita ketahui? Bersyukurlah karena itu akan mengurangi dosa kita. Bila dosa-dosa yang ada pada kita sudah habis karena ia cela dan ia tetap mencela maka kebaikan yang ia lakukan akan diberikan kepada kita. Ucapan terima kasih sangat layak diberikan kepada orang yang rela dan bersedia mengurangi dosa kita. 

Itulah, 3 Paragraf terakhir, yang ditulis oleh Motivator Sukses Mulia, Jamil Azzaini pada Websitenya, pada 7 Januari 2013, lengkapnya bisa dibaca disini 

Membaca tiga paragraf diatas, sungguh membuat hari tertegun, tertegun merenungi apa-apa yang telah terlewatkan, apa apa yang telah terlalui dan apa-apa yang telah terjadi. Mungkin, saya atau anda sering menjadi OBJEK yang dicelai or istilahnya Bullyable. Patut senang dan sedih karena keduanya saling keterkaitan. Senang karena ada yang mengingatkan dan mengoreksi, dan sedih karena masih banyak kekurangan, akan tetapi itulah yang mesti kita bentuk, agar kekurangan ini bisa diminimalisir.

Ibarat mempunyai sebuah "jam beker", yang dengannya secara otomatis akan mengingatkan kita akan kekurangan kita, kebodohan kita dan keburukan kita, yang mana kadang kita sendiri kurang mempunyai waktu untuk merenungi keadaan diri sendiri, maka sudah sepatutnya lah kita berterima kasih kepada "jam beker" itu.

Lantas, bagaimana kita menyikapi orang yang mencela kita ?.
Jika ia mencela kekurangan, kebodohan dan keburukan kita, maka kita mesti bebenah akan hal itu, dan berterima kasih. Berbenahlah, atau benahilah dirimu. Urusanmu hanya pada yang maha Kuasa. Urusan celaannya itu, ya urusan dia sama sang Pencipta. Yang penting, kamu tidak seperti orang pencela, yang penting tidak ada yang tersakiti oleh lisanmu, dan yang terpenting Allah Ridho kepadamu.

Untuk semua orang yang senang Mencela, dan Membully, Saya Ucapkan Terima Kasih :D


Fabiayyi 'ala irobbikuma tukadziban.. Nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan..?itulah salah satu dari ayat surat Ar Rahman yang diulang sebanyak 31 kali. Nikamat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan ? Seakan tertegun dengan hidayah yang didapat, yang telah merasakan nikmatnya iman, nikmatnya islam, nikmatnya ukhuwah, maka ini menjadi hujjah bagi kita untuk menyebarkan nikmat ini kepada seluruh manusia yang belum merasakannya.

Nikmat iman, nikmat islam dan nikmat ukhuwah itu harus kita sebarkan sebagai rasa syukur kita, yaitu dengan cara berdakwah. Dakwah ini merupakan tugas yang mulia, tugasnya para Nabi dan Rasul, adakah tugas yang lebih mulia dari pada ini ?

dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. 
(Q.S Saba' : 28) 

Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Q. S Yusuf : 108) 

Dalam Surat Yusf diatas, ada 3 point, yaitu Dakwah itu harus mengikuti Nabi, Takliful nabi takliful ummati (Beban nabi, beban umatnya juga dalam hal ini berdakwah), Berdakwah itu berarti menambah pengetahuan.

Melihat realita yang ada, ketika dia berada di kampus-kampus syariah, pesantren-pesantren dan ilmu keagamaan yang lainnya, maka bisa dikatakan wajar ketika mereka berdakwah, yah memang karena itu fokus dari mereka. Lantas, bagaimana dengan kampus-kampus umum yang dengan geliatnya mendakwahi manusia ? ya, itu suatu yang luar biasa. Kemudian, kenapa kita (semua) harus menyebarkan islam atau berdakwah ? Setidaknya ada 5 alasan untuk menjawab pertanyaan itu .
  1. Islam agama untuk seluruh umat manusia. ini tercantum dalam Surat Al-'Araf ayat 158. Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk". 
  2. Amalannya para Nabi dan Rasul. Lantas, adakah amalan yang lebih baik dari pada amalannya para Nabi dan Rasul ini ?
  3. Untuk menyelamatkan dari kita dan keluarga kita. Tersirat dalam kisah serombongan orang yang sedang melobangi dasar perahu karena hendak mengambil air di bawahnya, lantaran jikalau harus turun naik ngambil air terlalu jauh jaraknya. Sedangkan kita semua ini adalah penumpang di perahu tersebut, namun hanya diam melihat pembocor perahu tanpa ada yang mengingatkan atau menegur. Di antara penumpang perahu itu ada yang sedang sholat, ada yang sedang doa, ada yang sedang dzikir, ada yang sedang mbaca kitabullah, namun tak satupun yang menegur perilaku yang sedang melobangi perahu. Manakala perahu mulai karam, semua panik. Nah, itulah kalo kita tidak berdakwah, nanti kalau "Perahu kita karam gimana" ?
  4. Meninggalkannya merupakan suatu kedzholiman. Meninggalkan sesuatu yang baik, berarti memilih yang buruk kan ?
  5. Lawan dari Kedzholiman itu istiqomah. Bagaimana agar bisa istiqamah ? yah, dengan berdakwah lah. Ketika orang tidak ingin mendakwahkan suatu kebaikan berarti ia punya niat untuk melakukan keburukan.
Itulah sekurang kurangnya lima alasan mengapa kita harus berdakwah, so tunggu kapan lagi ?

Fabiayyi 'ala irobbikuma tukadziban.. Nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan..?itulah salah satu dari ayat surat Ar Rahman yang diulang sebanyak 31 kali. Nikamat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan ? Seakan tertegun dengan hidayah yang didapat, yang telah merasakan nikmatnya iman, nikmatnya islam, nikmatnya ukhuwah, maka ini menjadi hujjah bagi kita untuk menyebarkan nikmat ini kepada seluruh manusia yang belum merasakannya.

Nikmat iman, nikmat islam dan nikmat ukhuwah itu harus kita sebarkan sebagai rasa syukur kita, yaitu dengan cara berdakwah. Dakwah ini merupakan tugas yang mulia, tugasnya para Nabi dan Rasul, adakah tugas yang lebih mulia dari pada ini ?

dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. 
(Q.S Saba' : 28) 

Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Q. S Yusuf : 108) 

Dalam Surat Yusf diatas, ada 3 point, yaitu Dakwah itu harus mengikuti Nabi, Takliful nabi takliful ummati (Beban nabi, beban umatnya juga dalam hal ini berdakwah), Berdakwah itu berarti menambah pengetahuan.

Melihat realita yang ada, ketika dia berada di kampus-kampus syariah, pesantren-pesantren dan ilmu keagamaan yang lainnya, maka bisa dikatakan wajar ketika mereka berdakwah, yah memang karena itu fokus dari mereka. Lantas, bagaimana dengan kampus-kampus umum yang dengan geliatnya mendakwahi manusia ? ya, itu suatu yang luar biasa. Kemudian, kenapa kita (semua) harus menyebarkan islam atau berdakwah ? Setidaknya ada 5 alasan untuk menjawab pertanyaan itu .
  1. Islam agama untuk seluruh umat manusia. ini tercantum dalam Surat Al-'Araf ayat 158. Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk". 
  2. Amalannya para Nabi dan Rasul. Lantas, adakah amalan yang lebih baik dari pada amalannya para Nabi dan Rasul ini ?
  3. Untuk menyelamatkan dari kita dan keluarga kita. Tersirat dalam kisah serombongan orang yang sedang melobangi dasar perahu karena hendak mengambil air di bawahnya, lantaran jikalau harus turun naik ngambil air terlalu jauh jaraknya. Sedangkan kita semua ini adalah penumpang di perahu tersebut, namun hanya diam melihat pembocor perahu tanpa ada yang mengingatkan atau menegur. Di antara penumpang perahu itu ada yang sedang sholat, ada yang sedang doa, ada yang sedang dzikir, ada yang sedang mbaca kitabullah, namun tak satupun yang menegur perilaku yang sedang melobangi perahu. Manakala perahu mulai karam, semua panik. Nah, itulah kalo kita tidak berdakwah, nanti kalau "Perahu kita karam gimana" ?
  4. Meninggalkannya merupakan suatu kedzholiman. Meninggalkan sesuatu yang baik, berarti memilih yang buruk kan ?
  5. Lawan dari Kedzholiman itu istiqomah. Bagaimana agar bisa istiqamah ? yah, dengan berdakwah lah. Ketika orang tidak ingin mendakwahkan suatu kebaikan berarti ia punya niat untuk melakukan keburukan.
Itulah sekurang kurangnya lima alasan mengapa kita harus berdakwah, so tunggu kapan lagi ?