Ilmu adalah binatang Buruan.
Dan Pena yang menuliskan adalah tali Pengekangnya
-Imam Asy Syafi'i-

Saturday, 2 February 2013

Waktu tidak dapat berulang kembali, akan tetapi zaman itu dapat berulang kembali. Satu episode perjuangan Rasulullah yang terkenal mengagetkan sahabat-sahabat beliau, yaitu Perjanjian Hudaibiyah. Dari mana hal ini kita pahami? Mari kita selami sekilas tentang perjanjian Hudaibiyah.

Perjanjian ini timbul ketika Rasulullah hendak menunaikan Haji ke Mekah, akan tetapi niat baik Rasulullah tersebut dihalang halangi oleh Quraisy. Setelah melalui ketegangan dan perundingan yang melelahkan akhirnya tercapai perjanjian antara kaum Muslimin dengan Quraisy yang kemudian dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).” [QS. al Fath : 1-3]

Kebanyakan Mufassirin menyebutkan ayat ini berkaitan dengan Perjanjian Hudaibiyah. Dan memang ayat ini turun ketika Rombongan Rasulullah kembali ke madinah/tidak jadi menunaikan ibadah umrah.

 Isi dari perjanjian ringkasnya :

  1. Nabi Muhammad meng-iyakan namanya didasari dengan nasab, bukan dengan status Rasul Allah. 
  2. Basmalah sebagai sebuah etika risalah beliau juga ditolak oleh utusan Quraisy, dan Rasulullah mengalah. 
  3. Disepakati gencatan senjata, tidak boleh saling menyerang antara kedua belah pihak selama 10 tahun 
  4. Pihak Rasulullah harus kembali ke Madinah alias tidak boleh melaksanakan Umrah, tapi boleh umrah tahun depan. 
  5. Bila ada pihak Quraisy yang menyeberang ke madinah (masuk Islam) tanpa persetujuan walinya , maka ia harus dikembalikan kepada Quraisy. 
  6. Sebaliknya bila ada pihak Muhammad dari madinah yang menyeberang ke pihak Quraisy maka tidak akan di kembalikan ke madinah 
  7. Tidak lupa kisah yang sangat dramatis dari Abu Jandal, orang pertama yang harus dikembalikan, saat itu pula harus dikembalikan ke pihak Quraisy. 

 Memang, secara Lahiriyah perjanjian tersebut nampaknya sangat merugikan kaum Muslimin. Akan tetapi keuntungan Justru ada di pihak kaum muslimin. Apa sajakah keuntungan dari perjanjian Hudaibiyah ini ?

  • Dengan adanya perjanjian tersebut, berarti adanya pengakuan dari Quraisy tentang Negara Madinah, dimana mereka beranggapan Rasulullah dan sahabatnya adalah para desersi yang harus di musnahkan
  • Adanya kesetaraan antara Mekah yang merupakan sebuah negeri yang besar dan Madinah yang merupakan negeri yang kecil
  • Melemahkan barisan yang paling kuat dan paling memusuhi Rasulullah, sehingga Rasulullah dapat lebih berkonsentrasi dalam menata dan mengembangkan negeri Madinah tanpa gangguan Quraisy
  • Memberikan kesempatan kepada Suku yang Pro untuk masuk kedalam barisan Rasulullah. Sehingga kekuatan kaum Muslimin semakin kuat
  • Jika ada orang yang lari dari Quraisy ke Madinah, maka secara Mental, Moral dan semangat ia adalah orang-orang yang hebat, karena itu tidak masalah jika harus dikembalikan ke Mekah.
  • Jika ada kaum Muslimin yang murtad dan kemudian menetap di Mekah adalah hal yang sangat menguntungkan. Karena dengan demikian dalam barisan Rasulullah dapat dibersihkan dari para penghianat dan orang orang yang lemah semangat Juangnya
Inilah suatu perjanjian yang menghantarkan kepada Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekah /Kemenangan atas Mekah). Singkat cerita, pada bulan Qzulqa'dah tahun 7 Hijriah Rasulullah masuk Mekah dan Umrah di Baitullah sebagaimana yang telah diperjanjikan. Pada umrah ini, Rasulullah menunjukan kekuatan dan soliditas kaum Muslimin di hadapan Quraisy.

Akan tetapi setelah itu, Quraisy dan Bani Bakar sudah melakukan penghianatan yaitu menyerang sekutu Rasulullah Bani Khuza'ah. Abu Sufyan pun panik dan berusaha menemui Rasulullah untuk berunding, akan tetapi diabaikan oleh Rasulullah. Kemudian menemui para Sahabat, dan diabaikan pula.

Pada Bulan Ramadhan Rasulullah berangkat ke Mekah dengan 10.000 Pasukannya. Tanpa rintangan yang berarti akhirnya kaum Muslimin dapat menaklukan Mekah. Lalu Rasulullah dan Para sahabat membersihkan Kabah dengan menghancurkan berhala yang ada disekelilingnya. Bilal mengumandangkan Adzan dan Rasulullah berserta sahabatnya akhirnya dengan leluasa dapat melaksanakan shalat dan Ibadah di Baitullah. Benar benar kemenangan yang luar biasa.

apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, Dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (An Nashr :1-3)

Sumber :
http://www.dakwatuna.com/2011/09/11897/kemenangan-besar-itu-bernama-perjanjian-hudaibiyah/
Buku : Rasulullah -Way of Managing People- (Hal 205 - 208)

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

comment