Ilmu adalah binatang Buruan.
Dan Pena yang menuliskan adalah tali Pengekangnya
-Imam Asy Syafi'i-

Monday, 7 January 2013

Fabiayyi 'ala irobbikuma tukadziban.. Nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan..?itulah salah satu dari ayat surat Ar Rahman yang diulang sebanyak 31 kali. Nikamat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan ? Seakan tertegun dengan hidayah yang didapat, yang telah merasakan nikmatnya iman, nikmatnya islam, nikmatnya ukhuwah, maka ini menjadi hujjah bagi kita untuk menyebarkan nikmat ini kepada seluruh manusia yang belum merasakannya.

Nikmat iman, nikmat islam dan nikmat ukhuwah itu harus kita sebarkan sebagai rasa syukur kita, yaitu dengan cara berdakwah. Dakwah ini merupakan tugas yang mulia, tugasnya para Nabi dan Rasul, adakah tugas yang lebih mulia dari pada ini ?

dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. 
(Q.S Saba' : 28) 

Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Q. S Yusuf : 108) 

Dalam Surat Yusf diatas, ada 3 point, yaitu Dakwah itu harus mengikuti Nabi, Takliful nabi takliful ummati (Beban nabi, beban umatnya juga dalam hal ini berdakwah), Berdakwah itu berarti menambah pengetahuan.

Melihat realita yang ada, ketika dia berada di kampus-kampus syariah, pesantren-pesantren dan ilmu keagamaan yang lainnya, maka bisa dikatakan wajar ketika mereka berdakwah, yah memang karena itu fokus dari mereka. Lantas, bagaimana dengan kampus-kampus umum yang dengan geliatnya mendakwahi manusia ? ya, itu suatu yang luar biasa. Kemudian, kenapa kita (semua) harus menyebarkan islam atau berdakwah ? Setidaknya ada 5 alasan untuk menjawab pertanyaan itu .
  1. Islam agama untuk seluruh umat manusia. ini tercantum dalam Surat Al-'Araf ayat 158. Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk". 
  2. Amalannya para Nabi dan Rasul. Lantas, adakah amalan yang lebih baik dari pada amalannya para Nabi dan Rasul ini ?
  3. Untuk menyelamatkan dari kita dan keluarga kita. Tersirat dalam kisah serombongan orang yang sedang melobangi dasar perahu karena hendak mengambil air di bawahnya, lantaran jikalau harus turun naik ngambil air terlalu jauh jaraknya. Sedangkan kita semua ini adalah penumpang di perahu tersebut, namun hanya diam melihat pembocor perahu tanpa ada yang mengingatkan atau menegur. Di antara penumpang perahu itu ada yang sedang sholat, ada yang sedang doa, ada yang sedang dzikir, ada yang sedang mbaca kitabullah, namun tak satupun yang menegur perilaku yang sedang melobangi perahu. Manakala perahu mulai karam, semua panik. Nah, itulah kalo kita tidak berdakwah, nanti kalau "Perahu kita karam gimana" ?
  4. Meninggalkannya merupakan suatu kedzholiman. Meninggalkan sesuatu yang baik, berarti memilih yang buruk kan ?
  5. Lawan dari Kedzholiman itu istiqomah. Bagaimana agar bisa istiqamah ? yah, dengan berdakwah lah. Ketika orang tidak ingin mendakwahkan suatu kebaikan berarti ia punya niat untuk melakukan keburukan.
Itulah sekurang kurangnya lima alasan mengapa kita harus berdakwah, so tunggu kapan lagi ?

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

comment