Ilmu adalah binatang Buruan.
Dan Pena yang menuliskan adalah tali Pengekangnya
-Imam Asy Syafi'i-

Tuesday, 16 October 2012

Sistem, dalam kamus Besar Bahasa Indonesia berarti Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk suatu totalis. atau Susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas dan sebagainya. Bisa juga Metode.

 Tiga deskripsi tentang sistem tersebut, saya rasa cukup untuk menjelaskan mengenai Sistem. Terus, apa yang akan kita bicarakan selanjutnya ? apakah akan membicarakan Sistem di Indonesia yang kata sebagian orang "sudah Bobrok" ? ahhh, itu terlalu tinggi, terlalu kejauhan kita untuk memikirkan itu, yang menjadi fokus kita sekarang ialah sistem yang berlaku atau yang kita rasakan secara langsung saja. Akan tetapi, penting juga untuk mengetahui sistem Indonesia, agar bisa melakukan perbaikan terus menurus.

 Tiga minggu berturut turut, Auditing (salah satu mata Kuliah semester 5) membicarakan mengenai sistem, mulai dari Sistem Akuntansi Penjualan, Sistem Akuntansi Pembelian dan Sistem Akuntansi Aktiva Tetap. Dari ketiga sistem yang dibahas diatas, dapat ditarik suatu benang merah, bahwa ketika Suatu sistem telah terbentuk, kemudian bagian yang terpenting dari suatu sistem tersebut yaitu pengendalian Internal (control Intern).

Membangun suatu Sistem, itu berarti merencanakan suatu kegiatan, yang mana nantinya dapat berjalan sesuai prosedur yang telah dibuat yang menghasilkan hasil yang maksimal. Ya, ketika suatu sistem telah dibentuk secara sempurna, atau orang zaman sekarang bilang "wow", pasti akan ada selalu celah dalam suatu sistem tersebut. Oleh karena itu sangat pentingnya pengendalian Internal yang mana untuk menutup celah tersebut.

Pernah liat Serial Kartun Shaun the Sheep. Di episode ketika Si Pemilik (manusia) sakit. Dan sang anjing menjaga si majikan. Kemudian tugas si Anjing itu deserahkan kepada salah satu kambing yang "paling cerdas". Apa tugas yang diserahkan sang anjing kepada kambing yang cerdas itu ?  Ya, sebuah kertas yang berisikan Job desk yang harus dilakukan si Anjing tersebut setiap harinya. Kisah selanjutnya, silahkan di liat sendiri ya di salah satu tivi swasta.

Ya, di serial Kartun tersebut kita bisa liat ada pengendalian Intern dari si Penjaga kambing tersebut. Itulah standard kinerja yang harus dilakukan olehnya setiap harinya.

Jika pengendalian Internal ini kita terapkan ke diri sendiri, bagaimana caranya ? ya, "Mutabaah". Lembah mutabaah sangat penting untuk pengendalian internal. Secara sistem, tubuh kita telah sempurna, sistem yang sangat bagus dan sempurna, cuma pertanyaannya, bagaimana agar kita dapat memaksimalkan sistem tubuh kita agar menghasilkan output yang maksimal ? Saya katakan dengan jelas "Mutabaah". Bagi yang belum melaksanakan, segera buat, target target harian, kemudian disiplin dalam mengevaluasi diri.

Kemudian jika pengendalian internal ini diterapkan diorganisasi, apa yang seharusnya dilaksanakan? ya, saya rasa anda lebih tau dari pada yang post ini. Ketika setiap orang di dalam organisasi mempunyai pikiran Apa yang dapat kamu berikan kepada organisasi bukan apa yang diberikan organisasi kepada kita, maka, insyaAllah, suatu sistem yang ada akan menghasilkan kelauran yang maksimal.

Kemudian Negara Indonesia. apakah kita akan tetap menyalahkan sistemnya ? atau kita akan melakukan perbaikan dengan melakukan perubahan didalam ? Dengan melakukan pengendalian internal agar menjadi output yang totalitas. haha, tidak sanggup lagi rasanya jari ini untuk menuliskan di bagian paragraf ini karena kurangnya ilmu dan pengetahuan.

Closing statement dari yang ngepost tulisan ini, Mari kita sama sama untuk menuntut ilmu, menambah wawasan, membuka cakrawala, melakukan perbaikan, melakukan pengendalian intern mulai dari diri sendiri, keluarga, organisasi dan Negara. Mari persiapkan diri untuk melakukan perbaikan demi perbaikan untuk Agama, Negara, dan Dunia.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

comment