Ilmu adalah binatang Buruan.
Dan Pena yang menuliskan adalah tali Pengekangnya
-Imam Asy Syafi'i-

Friday, 12 October 2012


"Lu ngapain sih pulang, minggu kemaren baru aja pulang, masa minggu ini mau pulang lagi !!" ucap seorang sahabat kepada temannya.
Ya, perkuliahan di Kampus itu rata rata hanya dari Senin - Jum'at. Jadi rata rata mahasiswa yang domisili di Jabodetabek memanfaatkan sisa harinya (sabtu dan Minggu) untuk pulang ke Rumahnya.

Ya, mungkin di pikir pikir, orang/ mahasiswa yang asalnya dari Jabodetabek lebih sering pulang dari pada orang orang perantauan. Yaiyalah, mungkin pertimbangannya dari ongkos yang lebih murah atau bahasa elegantnya antara cost dan benefitnya lebih besar benefitnya, dan klo udah penempatan, takutnya agak susah untuk pulang sering sering (perkiraan Luar pulau jawa).

Mungkin, ini salah satu keunggulan yang dimiliki oleh mahasiswa yang disekitar Jakarta ya, ketika mereka bisa pulang setiap minggu. Terinspirasi dari tulisan ke Jamil Azzaini mengenai Cinta Perlu Bukti. di dalam tulisan itu di jelaskan bahwa dalam membuktikan cinta kita ada 3 hal yang harus kita penuhi :

  1. Memenuhi Keinginannya
  2. Sediakan waktu untuk mereka
  3. Kirimkan Pahala Untuk Mereka
Masih di dalam tulisan beliau, ketika kita ditanya mengenai kecintaan kita terhadap orang tua kita, misalnya ,  “Apakah Anda mencintai bapak dan ibu Anda?” Sebagian besar pasti menjawab, “Ya iyalah!” Tapi jika kemudian kita ditanya, “Apa buktinya bahwa Anda mencitai mereka?” Apa kira-kira jawaban kita? Berhentilah sejenak, renungkanlah apa bukti-bukti yang sudah kita lakukan sebagai perwujudan cinta Anda kepada orang tua.

Ya, pertanyaan diatas bisa kita jawab dengan 3 point diatas. yang pertama memenuhi keinginannya. tentunya keinginan disini tidak bertentangan dengan aturan Agama yah. nah yang ini masih bisa kita kita penuhi tanpa harus bertatap muka langsung dengan mereka.

Kemudian yang kedua, yaitu sediakan waktu untuk mereka. Bagaimana mungkin kita bisa sediakan waktu untuk mereka, jika kita tidak bertemu langsung ?  Iya, kita tahu mungkin dengan telepon juga bisa, tetapi itu berbeda antara bertemu langsung dengan telepon. Saya rasa kita sepakat semua dalam hal ini. Luangkanlah waktu kita untuk mereka sesibuk apapun kita. INGATLAH saat kita kecil, kita akan senang bila orang tua menemani kita. Saat kita sudah besar, orang tua sangat senang bila kita bisa sering menemani mereka. Saat mereka sakit, kehadiran kita sangatlah dirindukan. Sungguh terlalu bila orang tua sakit, kita tidak menyediakan waktu untuk menemaninya.

dan yang point yang ketiga, kirimlah Pahala untuk mereka. kita harus yakin bahwa setiap kebaikan dan amal sholeh yang kita lakukan, pahalanya juga akan mengalir kepada orang tua kita. karena merekalah yang mengajarkan kebaikan kepada kita. Sibukan diri kita dengan kebaikan. Ingatlah wajah mereka ketika kita akan melakukan maksiat, yang semoga dengannya kita akan mengurungkan maksiat itu karena teringat orang tua kita yang akan bersedih dengan apa yang kita lakukan.

Statement terakhir yang di tulis oleh kek Jamil Azzaini ini memberikan peringatan, bahwa :

Sadarilah, kita pasti tidak bisa membalas kebaikan orang tua. Walau seluruh ucapan terima kasih di dunia dijadikan satu kemudian dipersembahkan bagi mereka, itu amatlah sedikit dibandingkan dengan kasih sayang mereka. Lakukan tiga hal di atas, agar setidaknya kita tidak menyadang predikat anak durhaka.

Ya, Selagi kita dekat dengan orang tua kita, selagi belum dikirim ke penjuru Indonesia, sebelum merantau ke Daerah antah berantah, tidak ada salahnya untuk sering sering membersamai mereka.

untuk mereka yang selalu mendukung kita, kita katakan : kita mencintai dan menyayangi mereka (Ayah dan Ibu) karena Allah.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

comment