Ilmu adalah binatang Buruan.
Dan Pena yang menuliskan adalah tali Pengekangnya
-Imam Asy Syafi'i-

Friday, 12 October 2012


Suatu hari, pernah ga sih, kamu ngerasa, koq si ini lebih sempurna ya ?, Kq dia lebih ganteng ya, ? kq dia lebih pandai bicara ya, ? , Kq dia lebih tinggi ya?, kq dia lebih punya uang ya ? dan lebih lebih lainnya...
 pernah ga sih ?


Haha,, mungkin sebagian orang, bahkan semuanya itu pernah merasakan hal yang seperti ini. Ya mungkin itu suatu hal yang biasa, akan tetapi, tahukah kalian bahwa hal itu bisa termasuk kedalam hasad ?? Kenapa kita tidak mensyukuri apa yang kita punya sekarang? bukankah Allah di Surat Ibrahim ayat 7 telah memberikan gambaran yang jelas, bahwa ketika kita bersukur, maka nikmat kita akan di tambah ?


dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Kemudaian Menurut Imam Al Ghazali, Hasad terbagi menjadi 3 yaitu :
  1. berangan angan nikmat tersebut akan hilang dari orang lain dan berpindah ke diri sendiri
  2. Berangan angan nikmat itu hilang dari orang lain
  3. Tidak Berangan angan nikmat itu hilang dari orang lain, tetapi membenci kepada orang yang mempunyai nikmat tersebut dalam kekayaan dan kedudukan.
Nah lho, udah tau kan sekarang, hal hal yang diatas itu termasuk hasad. Terus bagaimana untuk menanggulangi hasad tersbut ?. Di dalam Hadits Arbain karangan Imam An Nawawi di hadits no 13 itu ada hadits mengenai "Cinta"

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)
Ya, sebagai orang yang mengaku beriman, mana mungkin lah kita mengharap hilangnya nikmat dari saudara kita, kemudian berpindah kepada kita. Dalam hadits di atas sebagai orang yang beriman kita berharap agar nikmat itu bisa di rasakan oleh saudara kita, dan nikmat yang kira rasakan pun dapat dirasakannnya. Logikanya, ketika seseorang mencintai orang lain seperti mencintai dirinya sendiri, ngga ada itu yang namanya hasad.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

comment