Ilmu adalah binatang Buruan.
Dan Pena yang menuliskan adalah tali Pengekangnya
-Imam Asy Syafi'i-

Monday, 5 November 2012

Dalam kehidupan ini ada suatu sistem keseimbangan yang menjaga kestabilan. Ada Air dan api, ada Gunung dan laut, ada dataran rendah dan dataran tinggi, ada Bulan dan matahari ada siang dan malam. Kemudian dalam hal apapun, biasanya selalu ada pasangannya. Ada senang ada sedih, Ada Suka ada Duka, ada Laki laki dan Perempuan.

Ya, semua itu telah dipasangkan dan silih bergantikan. Terutama untuk hari ini. Mungkin sebagian orang ada sangat menyukai hari ini karena ujiannya lancar, ada pula yang merasa tersedihkan karena ujiannya yang kurang lancar, entah itu karena ngga baca kisi kisi atau karena soalnya yang bejibun banyak.

Untuk yang menyukai hari ini karena ujiannya lancar, saya ucapkan selamat, dan silahkan untuk banyak bersyukur. Bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada Anda semua. Kemudian untuk yang kurang menyenangi hari ini atau tersedihkan, jangan terlalu khawatir dan gerogi,  tapi segeralan introspeksi.

Mungkin ketika kita diuji dengan hal hal yang tidak enak, itu dikarenakan dosa dosa yang telah kita perbuat. Jangan terlalu menyalahkan keadaan, tetapi segeralah untuk mengintrospeksi diri, ingat dosa akan hari ini dan yang lalu, dan segeralah beristighfar dan taubat.

Yah, mungkin ini saja untuk hari ini yang cukup kurang menyenangkan, ketika beberapa orang dengan mudah mengerjakan soal, akan tetapi diri ini kesulitan dalam melaksankannya, mungkin karena kurangnya strategi dan banyaknya dosa yang telah dilalui.

Ada sebuah Syair dari Imam Syafi'i yang membuat untuk Move on kembali :

Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya,
Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara

Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia

Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia

Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira

Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana

Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga

Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya

Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia

Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela

Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa

Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya

(Imam Syafi'i)

Taqwa itu di hati. Maka ia terbukti kala sendiri & sepi. Saat godaan menari-nari & diri merasa tiada yang mengawasi. Ya Rabbi, jagalah kami. (Ustd Salim A Fillah)

Kupanjatkan Doa padaMu ya Rabbi, dan mohon Ampun atas Dosa yang telah terlalui apalagi dikala menyendiri. Ya Rabbi jagalah kami

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

comment